Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 13 )
Tagur hari ke 25
Karjo yang pagi itu sedang menikmati suguhan kopi panas dan pisang goreng dari istrinya, perasaannya dari semalam merasa tidak enak, tidak bisa tidur gelisah memikirkan yang dia sendiri tidak tahu.
Apa yang membuat dia jadi gelisah dan tidak tenang pikirannya. Ketika sedang asik menyeruput kopi tiba-tiba gelas yang sedang dipegangnya terjatuh.
Praaang tiba-tiba gelas yang sedang dipegang Karjo terlepas dari tangannya pecahan gelasnya berpencar ke mana-mana. Istrinya terkejut mendengar suara gelas jatuh dan langsung menghampiri suaminya mengecek apa gerangan yang sudah terjadi.
Belum hilang rasa keterkejutan Karjo dengan jatuhnya gelas dari tangannya, tiba-tiba dikagetkan dengan suara dering ponselnya yang tergeletak di meja.
Diambilnya ponselnya lalu terlihat nama mbakyunya yang memanggil. Tapi setelah ponsel diterima ternyata yang bicara bukan suara mbakyunya.
"Assalamualaikum betul ini dengan pak Karjo," suara asing terdengar dari sebrang.
Membuat Karjo mengernyitkan dahinya heran dengan suara asing yang terdengar diponselnya.
"Waalaikum salam, iya betul ini saya Karjo, maaf ini dengan siapa?" Tanya Karjo merasa heran
"Maaf pa Karjo, saya polisi lalu lintas, mau mengabarkan kalau ibu Ijah mengalami kecelakaan di jalan raya dan sekarang sudah ada di rumah sakit," jawab pak polisi.
Kabar yang didengarnya seperti disambar petir dipagi hari, membuat wajah Karjo berubah menjadi pucat pasi. Jelas itu membuat istrinya tambah panik yang sedari tadi memperhatikan suaminya menerima telepon.
"Ada apa toh pak, siapa yang menelepon barusan," tanya istri Karjo ikut heran.
"Hayuk Bu, kita segera ke rumah sakit, mbakyu mengalami kecelakaan," jawab Karjo mulai panik
Dengan kondisi panik Karjo dan isterinya segera bergegas ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Karjo langsung menuju ruang UGD.
Setelah bertanya kepada salah satu perawat di mana Bu Ijah berada. Setelah ditunjukkan oleh perawat Karjo langsung melihat mbakyunya.
Betapa terkejutnya setelah melihat kondisi Mbakyunya yang terkapar di tempat tidur dengan kondisi tidak sadarkan diri. Karjo langsung menemui dokter yang berada di ruang UGD.
Dokter menjelaskan kalau pasien mengalami pendarahan otak karena kepalanya terbentur aspal. Pasien harus segera dioperasi.
Karjo bertambah lemas mendengar penjelasan dari dokter. Kakinya seperti tidak menapak ke bumi setelah melihat kondisi Mbakyunya.
Kemudian Karjo menghubungi Ratmi putrinya, menanyakan apakah Darsono sudah pulang atau belum. Ratmi menjelaskan kalau Darsono masih belum pulang juga sampai pagi ini. Kemudian Karjo mengabarkan tentang Budenya kepada Ratmi.
"Nak dengar baik-baik, ada kabar buruk tentang Budemu, dia mengalami kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit, sebaiknya kamu segera menyusul ke rumah sakit melihat kondisi Budemu," ucap Karjo
Hati-hati dalam menyampaikan beritanya karena dia sangat faham begitu dekat putrinya itu dengan Mbakyunya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
