Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 14 )
Tagur hari ke 26
Berita yang didengarnya barusan membuat Ratmi menjadi shock, hingga terduduk lemas tidak berdaya, serasa tubuhnya tidak bertulang lemas mendengar berita.
Kalau Budenya mengalami kecelakaan. Ratmi jadi teringat pesan Budenya ketika dia mau berangkat ke pasar. Pesan yang disampaikannya itu membuat Ratmi menjadi cemas.
Ingin rasanya dia langsung pergi ke rumah sakit, tapi Ratmi ingat pesan Budenya jangan sampai kosong khawatir Darsono pulang pesan Budenya.
Dia pergi ke kamar Budenya untuk mengambil kotak kayu titipan Budenya. Kemudian pulang sebentar ke rumahnya untuk menyimpan kotak tersebut ke dalam kamarnya Ratmi.
Setelah selesai dia kembali ke rumah Budenya, dan ternyata Darsono sudah pulang tapi dengan kondisi mabuk berat.
Ratmi hanya bisa beristighfar sambil mengelus dadanya melihat tingkah saudara sepupunya itu. Mau menyampaikan berita tentang ibunya sepertinya sia-sia saja ngobrol sama orang yang lagi mabuk.
Akhirnya Ratmi meninggalkan Darsono yang sedang tiduran di atas sofa sambil bicara sendiri sambil bernyanyi tidak jelas.
Ratmi menyiapkan air panas untuk Darsono mandi, dan menyiapkan makanan untuk sarapan Darsono. Itu yang diamanatkan Budenya kepada Ratmi, setelah selesai menyiapkan air panas dan sarapan.
Ratmi masuk ke dalam kamar Budenya, ingin menelpon ayahnya menanyakan kondisi Budenya sekarang. Ketika sedang asik berbincang dengan ayahnya lewat ponsel dengan posisi membelakangi pintu.
Dia tidak sadar kalau Darsono masuk ke dalam kamar ibunya dan mengunci pintu dari dalam kamar. Kemudian masih dengan kondisi mabuk Darsono langsung mendekap tubuh Ratmi dari belakang.
Sontak saja Ratmi terkejut dan melemparkan ponselnya di atas tempat tidur dengan kondisi masih menyala. Ratmi menjerit histeris mendapati Darsono sudah ada di dalam kamar Budenya sambil terus berusaha memeluk Ratmi. Darsono yang sedang berada di luar kendali karena pengaruh minuman keras.
Terus mencengkeram tubuh Ratmi hingga terpojok tidak berdaya, tapi mulut Ratmi masih terus berteriak minta tolong. Dan suara Ratmi terdengar di ponsel yang masih menyala membuat Karjo jadi tambah panik apa yang terjadi dengan putrinya. Kenapa tiba-tiba dia berteriak-teriak histeris.
"Lepaskan saya No, lepaskan saya, ingat saya ini siapa masih sepupu kamu jangan macam-macam kamu No," teriak Ratmi sambil menangis histeris, dan masih terdengar jelas oleh ayahnya.
Akhirnya Karjo jadi mengerti apa yang tengah dialami putrinya saat ini, sedang dalam bahaya sepertinya Darsono pulang dalam keadaan mabuk berat, dan sedang mengganggu putrinya.
" Bu tolong ibu jaga mbakyu, ayah mau pulang sebentar ada yang mau ayah ambil di rumah," ucap Karjo sedikit berbohong kepada istrinya, kalau istrinya tahu apa yang terjadi dengan putrinya pasti tambah panik.
Istri Karjo bingung ada apa kenapa suaminya tiba-tiba panik dan wajahnya seperti ketakutan, mau bertanya malah sudah lari keluar ruangan UGD. Karjo secepat kilat mengendarai motornya hingga kecepatan tinggi. Sementara Ratmi semakin tidak berdaya dengan cengkraman Darsono yang begitu kuat.
Ratmi mulai lemah sudah berupaya keras melepaskan diri dari cengkraman Darsono yang begitu kuat, tapi tidak bisa. Bau mulut Darsono yang penuh aroma alkohol membuat Ratmi mual ingin muntah. Tiba-tiba braaakkkk pintu kamar yang terkunci dari dalam ada yang mendobrak hingga terbuka.
Bersambung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
