Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 15 )
Tagur hari ke 28
Suasana di dalam kamar Bik Ijah masih tegang, setelah pintu kamar berhasil terbuka, ternyata Suroto adiknya Darsono, yang mendobrak pintu kamar ibunya.
Suroto langsung menarik tubuh kakanya dan langsung menampar dan memukul kakanya karena geram dengan apa yang sudah dilakukan pada Ratmi.
"Apa yang sudah mas No lakukan pada Ratmi, sadar mas Ratmi itu siapa, sampai kapan mas No berubah?" ucap Suroto sambil menarik kerah baju kakanya.
Darsono yang masih terpengaruh oleh minuman alkohol, tidak banyak melawan tubuhnya masih terlihat keliyengan. Sementara kondisi Ratmi masih menangis dan shock setelah apa yang baru saja dia alami.
Ketika suasana kamar masih tegang, Karjo datang dan langsung menuju kamar Bik Ijah, setelah melihat putrinya sedang menangis langsung memeluk putrinya.
"Bagaimana Nduk, kamu tidak apa-apakan?" Tanya Karjo kepada Ratmi sambil memeluk putrinya merasa khawatir.
"Ayah Ratmi tidak apa-apa, untungnya ada mas Suroto datang dan mendobrak pintu kamar," jawab Ratmi sambil terisak, memeluk erat ayahnya.
Tiba-tiba Karjo melepaskan pelukan Ratmi, dan tanpa diduga langsung meninju muka Darsono yang sedang terduduk di tempat tidur. Buk..buk pukulan mendarat di muka Darsono sehingga berdarah ujung bibir Darsono.
"Kurang ajar kamu Le, apa yang barusan kamu lakukan itu sudah keterlaluan, apa jadinya kalau Suroto tidak datang menyelamatkan Ratmi," ucap Karjo semakin geram.
"Ya Pak Lek, Allah yang mengirimkan saya untuk segera pulang ke rumah, entah apa jadinya kalau saya tidak datang tepat waktu dan langsung mendobrak pintu kamar ini," ujar Suroto merasa sedih melihat kondisi kakanya seperti itu.
"Bagaimana kondisi ibu sekarang, pak Lek?" Tanya Suroto
"Oh ya sebaiknya Darsono dan Suroto pergi ke rumah sakit, supaya tahu keadaan ibu sekarang," jawab Karjo.
Mendengar ucapan Suroto dan Pak Leknya Darsono terkejut karena belum tahu apa yang sudah terjadi dengan ibunya. Sementara Ratmi disuruh pulang ke rumah, untuk istirahat.
"Ada apa dengan ibu, apa yang terjadi Pak Lek?" Tanya Darsono merasa heran dan mulai khawatir dengan kondisi ibunya.
"Apa peduli kamu dengan ibu, selama ini kamu hanya bisa menyakiti dan menyusahkan ibu saja," jawab Suroto.
"Saya serius nanya, apa yang terjadi dengan ibu pak Lek," dengan wajah cemas, kembali Darsono bertanya kepada pak Leknya.
"Sebaiknya kita langsung saja ke rumah sakit, agar kamu mendapatkan jawaban langsung dengan melihat kondisi ibu kamu di rumah sakit," jawab Karjo sambil bergegas mengajak kedua keponakannya ke rumah sakit.
Bersambung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
