Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 16 )

Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 16 )

Tagur hari ke 29

Suasana rumah sakit terlihat ramai terutama di ruang IGD banyak pasien baru berdatangan, ada pasien korban kecelakaan, ada pasien korban kebakaran hampir seluruh tubuhnya melepuh.

Ada pasien ibu hamil yang mau melahirkan, ada pasien yang sudah kritis. Romlah istri Karjo melihat pemandangan di ruang IGD dengan berbagai macam pasien dan berbagai jenis penyakit merasa tidak nyaman.

Apalagi melihat kesibukan para dokter dan perawat yang ada diruang IGD yang wara Wiri menangani pasien yang rata rata pasien gawat semua.

Ketika sedang duduk sambil menunggu Kaka iparnya Bik Ijah ditangani oleh dokter, salah satu dokter ada yang memanggil keluarga ibu Ijah.

"Keluarga Bu Ijah," panggil salah satu perawat yang menangani Bik Ijah.

Romlah langsung berdiri dan sedikit berlari menghampiri perawat yang memanggil keluarga Bu Ijah.

"Iya saya keluarga Bu Ijah," jawab Romlah sedikit was-was khawatir ada terjadi apa-apa dengan kakak iparnya.

"Maaf ini dengan siapanya pasien ?" Tanya perawat

"Saya ini adik ipar pasien sus," jawab Romlah

"Apakah suami atau anak-anaknya ada di sini, ada yang mau disampaikan tentang kondisi pasien," ujar perawat tersebut.

"Ooh sebentar aku telpon suamiku dulu ya sus,"ujar Romlah sambil menjauh dan keluar dari ruangan IGD.

Baru saja Romlah keluar dari ruangan IGD suami dan kedua anaknya Bik Ijah sudah ada di depan ruang IGD.

"Syukur alhamdulilah kalian semua sudah sampai, ada yang mau disampaikan kepada keluarga mbakyu mas hayo segera masuk sudah ditunggu," ajak Romlah sambil menarik tangan suaminya.

Karjo langsung mengajak Darsono dan Suroto untuk segera melihat ibunya yang masih tidak sadarkan diri.

"Ibu..ini Darso Ibu, ibu kenapa bisa seperti ini, apa yang terjadi dengan ibu," ucap Darsono sambil duduk dekat ibunya dan memegang tangan ibunya yang lemah tidak berdaya.

Begitu juga dengan Suroto dia langsung mencium kening ibunya dan mencium punggung tangan ibunya. Kemudian duduk berhadapan dengan Darsono.

Sementara Karjo menemui dokter yang menangani mbakyunya. Terjadi obrolan serius antara dokter dan Karjo. Sesekali wajah Karjo menunduk dan menutup wajahnya.

Romlah yang memperlihatkan suaminya dari jauh mulai merasa khawatir dengan kondisi Bik Ijah. Darsono dan Suroto mendekati pak Leknya dan menanyakan kondisi ibunya.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post