Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 18 )
Tagur hari ke 31
Setelah semua prosedur dijalankan, rekam jantung hasilnya normal, tes gula darah bagus juga hasilnya, semua rangkaian tes sudah dilakukan.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk menjalani operasi. Bik Ijah mulai di bawa ke ruang operasi, Darsono dan Suroto ikut serta mengantarkan ibunya sampai ke depan ruang operasi.
Operasi akan berjalan selama tiga jam, Suroto mengajak kakanya ke mushola untuk mendoakan ibunya. Tanpa banyak komentar Darsono mengikuti adiknya.
"Pergilah ke mushola Lek, berikan doa yang terbaik untuk ibumu," ucap Karjo sambil mengusap usap rambut kedua keponakannya.
"Baik pak Lek, nitip ibu sebentar kalau ada apa-apa kabari kami," ucap Suroto.
"Ya nak, biar pak Lek yang menjaga ibu di sini," lanjut Karjo
Setelah sampai mushola, keduanya duduk bersimpuh memohon kepada Allah untuk kesembuhan dan kelancaran operasi ibunya. Darsono mulai berurai air matanya dia tidak bisa membayangkan kalau terjadi sesuatu yang buruk terhadap ibunya.
Dia mulai merasa bersalah dan berdosa selama ini sudah banyak melakukan keburukan kepada ibunya. Sudah sering menyakiti ibunya, sering menyusahkan ibunya.
Ingatannya kembali kepada masa dia menyakiti ibunya, dengan segala tingkah buruknya selama ini. Mencuri uang ibunya dari dalam lemarinya, sering minum minuman keras, selalu mengabaikan nasihat ibunya.
"Ya Allah, berikan ibuku kesembuhan, lancarkan operasinya, hanya kepada engkaulah aku memohon, engkau maha penyembuh, berikan yang terbaik untuk ibuku ya Allah,"
"Aku ingin ibuku sembuh kembali berikan kesempatan padaku untuk memohon maaf atas semua kesalahanku selama ini," doa Darsono dengan khusus dipanjatkan kepada Allah.
Suroto memperhatikan kakanya yang sedang khusyuk mendoakan ibunya, hatinya sedikit tenang dan berharap semoga kakanya sudah menyadari kesalahannya selama ini. Setelah selesai dan puas berdoa di mushola.
Darsono dan Suroto kembali ke ruang operasi terlihat pak Lek dan buk Leknya sedang khusyuk berdoa di depan ruang operasi.
Tiga jam sudah berlalu tapi Bik Ijah masih berada di ruang operasi, kedua anaknya merasa cemas karena belum ada petugas medis yang keluar dari ruangan operasi.
"Pak Lek, ko lama ya, ini sudah tiga jam lebih kenapa belum ada petugas medis yang keluar dari ruangan operasi," ucap Darsono terlihat kecemasan di raut wajahnya.
Karjo memperhatikan gerak gerik Darsono yang terlihat gelisah menunggu Dokter keluar dari ruang operasi. Karjo sedikit lega dengan perubahan sikap keponakannya yang satu ini. Tidak lama akhirnya Dokter yang mengoperasi Bik Ijah keluar dari ruangan.
Darsono dengan sigap berdiri menemui Dokter dan langsung memberondong pertanyaan tentang kondisi ibunya.
"Bagaimana Dok, apakah operasi ibu berjalan dengan lancar, terus bagaimana kondisi ibu sekarang, apakah ibu sudah bisa dilihat?" Tanya Darsono berapi-api. Dengan senyuman Dokter menjawab semua pertanyaan Darsono.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
