Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 2 )
Tagur hari ke 11
Bik Ijah pulang dari pasar langsung sibuk menata dagangan sayurannya di teras rumahnya, pelanggan sudah mulai berdatangan ingin membeli sayur Bik Ijah. Setiap harinya warung sayur Bik Ijah ramai dikunjungi pembeli.
Bik Ijah merupakan pedagang sayur yang ramah terhadap pembeli, tidak jarang dia sering memberikan bonus sayur kepada pelanggan setianya. Kalau ada sisa sayuran, dia sering mensedekahkan kepada kaum duafa langsung diantarkan ke rumahnya langsung.
Setiap harinya Bik Ijah dibantu oleh keponakannya yang bernama Ratmi, keponakannya itu sangat telaten dan cekatan dalam melayani pembeli.
"Bude, dari tadi belum sarapan, tadi Ratmi membelikan Bude nasi uduk, sebaiknya Bude sarapan dulu, khawatir nanti masuk angin," ucap Ratmi merasa khawatir dengan Budenya.
"Sebentar Nduk, Bude masih melayani pembeli, tadi di pasar sudah makan beberapa potong gorengan," jawab Bik Ijah.
Semakin siang pembeli semakin bertambah ramai, ada yang membeli ayam potong dan beberapa sayuran, ada yang hanya mengambil pesanan. Yang sehari sebelumnya sudah pesan sama Bik Ijah.
"Bik Ijah pesanan saya mana, saya pesan tulang iga dan sayur sop, sama cumi asin?" Tanya Marni salah satu pelanggan Bik Ijah.
"Oh sebentar, nduk tolong ambilkan plastik merah yang digantung itu nduk, tolong berikan pada Mbak Marni yaa," ucap Bik Ijah pada Ratmi sambil melayani pembeli yang lainnya.
Dengan cekatan Marni langsung mengambil kresek merah dan memberikan kepada Marni. Perlahan lahan pembeli sayur sudah mulai berkurang, sehingga Bik Ijah sudah mulai longgar dan langsung menyantap nasi uduk yang dibelikan oleh ponakannya.
"Nduk tolong ambilkan tisu di kamar Bude yaa," ucap Bik Ijah
Tanpa dikomando lagi Ratmi langsung masuk ke rumah Bik Ijah dan masuk kamarnya, tapi alangkah terkejutnya Ratmi ketika melihat kamar Bik Ijah berantakan baju dalam lemari semuanya jatuh berantakan di lantai.
"Budeeeeee...," Teriak Ratmi histeris melihat kondisi kamar Budenya berantakan seperti baru terjadi pencurian. Bik Ijah mendengar teriakkan Ratmi terkesiap bingung apa yang terjadi dengan keponakannya itu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
