Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 3 )

Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 3 )

Tagur hari ke 12

Bik Ijah langsung masuk ke dalam rumah menghampiri Ratmi, setelah mendapati Ratmi yang sedang berdiri terpaku di depan kamarnya, Bik Ijah yang belum menyadari apa yang terjadi di dalam kamarnya. Langsung menanyakan kepada Ratmi..

"Ada apa Nduk, kenapa kamu teriak histeris memanggil Bude tadi?" Tanya Bik Ijah pada Ratmi

Tanpa menjawab, Ratmi sambil jari telunjuknya menunjukkan ke arah kamar Budenya, lalu Bik Ijah melihat kamarnya yang berantakan seperti kapal pecah. Langsung terkejut sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Astaghfirullah ya Allah, apa yang terjadi, siapa yang sudah mengacak-acak kamar saya?" Tanya Bik Ijah langsung masuk ke dalam kamar.

Hatinya mulai tidak tenang, dia langsung teringat pada uang simpanannya yang dia selipkan di bawah tumpukan baju dalam lemari pakaiannya. Bik Ijah tanpa mengindahkan pakaian yang berantakan di bawah tempat tidur, dia langsung memeriksa lemari mencari-cari uang simpanannya.

Apa yang di duga benar benar terjadi, uang simpanan yang ada di dalam amplop tidak ada hilang, badan Bik Ijah langsung lemah tak berdaya, dan jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Tentu saja itu membuat Ratmi jadi semakin panik melihat budenya jatuh pingsan tergeletak di bawah tempat tidur. Ratmi mencari cari Darsono dan Suroto anak Bik Ijah, sudah dicari setiap kamar tidak didapati yang dicarinya.

Tanpa pikir panjang, Ratmi langsung lari pulang ke rumahnya yang memang tempat tinggalnya tidak jauh dari Budenya, Ratmi langsung memanggil ayahnya dan menceritakan apa yang terjadi dengan Budenya. Karjo ayah Ratmi yang memang adik kandung Bik Ijah segera bergegas mendatangi rumah kakanya.

Setelah sampai kamar Bik Ijah, betapa paniknya Karjo melihat mbakyunya tergeletak di lantai di bawah tempat tidur. Dengan sigap Karjo mengangkat tubuh mbakyunya dan dibaringkan di atas tempat tidur.

"Nduk tolong ambilkan minyak kayu putih" perintah Karjo kepada Ratmi

"Baik yah, akan Ratmi ambilkan segera," jawab Ratmi sambil merasakan kegundahan melihat kondisi Budenya.

Dengan sigap Ratmi langsung mengambil minyak kayu putih yang ada di atas meja, lalu memberikan kepada ayahnya.

"Nduk bikinkan bude teh manis yaa," perintah ayah Ratmi.

Tanpa dikomando lagi Ratmi langsung pergi ke dapur untuk membuatkan teh manis, setelah teh manis jadi, langsung dibawa ke kamar, dan Ratmi tersenyum lega melihat Budenya sudah mulai siuman.

Ratmi langsung memberikan teh manis tersebut kepada ayahnya. Karjo menyuapkan teh manis tersebut pelan pelan ke mulut mbakyunya, tiba-tiba terdengar jeritan histeris dari mulut Bik Ijah.

"Uangku, uangku, uang tabunganku mana,?" Ucap Bik Ijah sambil menjerit-jerit histeris.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post