Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 5 )
Tagur hari ke 15
Setelah Ratmi selesai membereskan lemari Budenya, Ratmi langsung menuju ke dapur untuk memasak untuk makan siang, sementara Bik Ijah yang sudah semakin tenang kondisinya mulai membereskan sisa dagangan sayurannya.
Sayuran yang sekiranya masih bisa dijual besok dia simpan di dalam kulkas. Sementara sisa sayuran lainnya langsung dikemas untuk diberikan kepada tetangganya yang membutuhkan.
"Bude hari ini kita mau masak apa?" Tanya Ratmi sambil membantu Budenya membereskan sisa sayuran.
'Hari ini kita masak sayur lodeh dan goreng ikan saja nduk," ucap Bik Ijah sambil memberikan ikan kembung pada Ratmi.
"Siap bude, langsung Ratmi masak yaa," jawab Ratmi sambil menerima ikan kembung dari Budenya, dan langsung memilih sayuran yang akan dimasak.
Setelah semua sisa dagangan sayurannya dimasukkan, Bik Ijah langsung berjalan menuju ke rumah tetangganya untuk memberikan sisa dagangan sayuranya. Rumah yang pertama dia kunjungi rumah mbok Iyem, janda tua tinggal sendirian dirumahnya.
"Assalamualaikum mbok Iyem," salam Bik Ijah sambil langsung masuk ke dalam rumah, karena sudah terbiasa langsung menemui mbok Iyem ke dalam kamarnya.
"Waalaikum salam, masuk saja Jah, ini lagi di dapur," sahut mbok Iyem dengan suara lemahnya.
"Mbok lagi apa, ini saya bawakan sayuran untuk dimasak hari ini, sama tempe dan ada sedikit telur," ucap Bik Ijah sambil menyimpan sayur dan telur di balai bambu dapur.
"Terima kasih ya Jah, mugi-mugi rizkinya terus bertambah dan berkah selalu," ucap mbok Iyem sambil mengelus elus-elus pundak Bik Ijah.
"Amiiin terima kasih doanya mbok, aku langsung pamit pulang ya, mau mengantarkan sayur ke rumah yang lainnya," sahut Bik Ijah sambil pamit pulang.
Setelah Bik Ijah mengantarkan sayur di beberapa rumah tetangganya, dia langsung pulang ke rumah, sesampainya di rumah, ternyata Ratmi sudah selesai memasak dan masakan sudah siap tersaji di meja makan. Baru saja Bik Ijah mau makan ada yang mengetuk pintu rumahnya.
"Assalamualaikum," terdengar ucapan salam dari luar rumah
"waalaikum salam," jawab Bik Ijah dan Ratmi bersamaan, saling berpandangan merasa heran siapa tamu yang datang.
"Biar saya yang buka pintunya Bude," sahut Ratmi sambil membuka pintu
"Waalaikum salam, ya Bu ada yang bisa saya bantu, mencari siapa ya?" Tanya Ratmi setelah melihat tamu yang ternyata seorang wanita dari penampilannya seperti seorang guru.
"Oh ini nduk saya Bu Dyah, gurunya Darsono, mau bertemu dengan ibunya Darsono," jawab Bu Dyah.
"Ooh sebentar saya panggilkan Bude saya, ibu silahkan duduk dulu," jawab Ratmi ramah sambil mempersilahkan duduk Bu Dyah.
Bik Ijah yang sedari tadi mendengarkan percakapan ponakannya dengan gurunya Darsono, perasaannya mulai tidak enak, pasti telah terjadi sesuatu dengan Darsono.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
