Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 6 )
Sumber foto dari kastara.id

Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 6 )

Tagur hari ke 16

Siang yang dihiasi mendung yang menggelayut seakan Surya enggan menampakkan pancaran sinarnya dari pagi. Tapi hati dan perasaan Bik Ijah sangat tidak menentu, hati keibuannya mulai merasakan ada yang tidak beres dengan putranya, yang selalu membuat ulah.

Sekarang ulah apa lagi yang telah dilakukan putranya sehingga ibu gurunya datang ke rumah. Dengan perasaan tidak menentu Bik Ijah menemui gurunya Darsono.

"Maaf Bu guru agak lama ya menunggu saya, lagi tanggung membereskan sesuatu di dapur," sapa Bik Ijah agak sedikit berbohong.

Padahal dia sedang berusaha menata hatinya, untuk bersiap siap mendengarkan sesuatu yang buruk tentang putranya Darsono. Setelah Budenya datang menemui ibu Dyah, Ratmi bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.

"Begini Bu, saya datang ke rumah ibu, karena ada yang ingin saya sampaikan tentang Darsono pada ibu," ucap Bu Dyah agak sedikit hati-hati berbicaranya.

"Ya Bu, ada apa dengan putra saya, apa yang sudah dilakukannya di sekolah?" Tanya Bik Ijah dengan perasaan tidak karuan.

Bu Dyah sambil menarik napas panjang, mulai menceritakan tentang apa yang sudah dilakukan Darsono di sekolah.

"Begini Bu, Darsono hari ini di sekolah ketahuan bolos sekolah, bersama teman-temannya tiga orang. Karena masih mengenakan seragam sekolah ada warga yang menghubungi kami kalau Darsono dan tiga orang temannya sedang mabuk berat dan mengacau di salah satu warung," jelas Bu Dyah.

"Sekarang Darsono dan ketiga temannya diamankan di sekolah dijemput oleh guru BK nya Bu dan kondisi Darsono saat ini masih tertidur efek minuman keras yang diminumnya," lanjut Bu Dyah menjelaskan panjang lebar kepada Bik Ijah.

Bik Ijah sedikit terisak mendengar penuturan Bu Dyah, kemudian dia memanggil Ratmi.

"Ratmi ke sini sebentar Nduk," panggil Bik Ijah

Ratmi yang sedari tadi ikut mendengarkan penjelasan Bu Dyah, dari dapur segera memenuhi panggilan Budenya sambil membawa dua cangkir minuman.

"Ya Bude, ada yang bisa Ratmi bantu?" Tanya Ratmi dengan suara lembut dan sopan.

"Tolong nduk panggilkan ayahmu suruh ke rumah Bude sebenta," perintah Bik Ijah kepada Ratmi.

"Baik Bude, Ratmi panggilkan ayah," jawab Ratmi sambil berlalu pulang menuju rumahnya.

Tidak lama Ratmi kembali bersama dengan ayahnya. Karjo melihat ada gelagat tidak beres dengan keponakannya, dan langsung menanyakan permasalahan yang terjadi.

Kemudian Bu Dyah menceritakan ulang tentang kelakuan Darsono. Sambil mengelus dada, Karjo berusaha menenangkan mbakyunya.

"Serahkan semua masalah ini kepada saya Mbak, biar saya yang menyelesaikan masalah Darsono, saya yang akan menjemput Darsono pulang, akan saya beri sedikit pelajaran pada Darsono," ucap Karjo pada mbakyunya.

"Jemputlah Darsono Jo, mbak sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk dia, mbak serahkan semua masalah Darsono padamu," ucap Bik Ijah sambil terisak

"Baiklah Bu, kalau begitu saya pamit pulang untuk kembali ke sekolah ya Bu," sahut Bu Dyah sambil berdiri pamit pulang.

"Ya Bu guru maafkan kelakuan anak saya yang sudah membuat malu sekolah dan merepotkan guru-guru," jawab Bik Ijah sambil menahan malu dan mengantar Bu Dyah sampai ke halaman rumah.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post