Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 8 )
Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 8 )
Tagur hari ke 18
Bik Ijah, yang sedari tadi memperhatikan putranya yang sedang mengigau hatinya merasa terenyuh. Apa sebenarnya yang sedang dialami oleh putranya, apakah dirinya selama ini sudah salah mendidiknya.
Bik Ijah merasa selama ini sudah mendidik kedua putranya dengan baik, dan penuh kasih sayang. Dan selalu memperlakukan adil, tidak ada yang dibeda-bedakan. Sifat Darsono dengan Suroto memang jauh berbeda, adiknya lebih pendiam dan sangat menyayangi ibunya.
Jauh berbeda dengan kakaknya Darsono, yang dari kecil sudah terlihat susah diatur dan dinasehatinya. Sudah berbagai upaya yang dilakukan Bik Ijah untuk merubah Darsono supaya selalu bersikap baik.
Tapi kenyataannya dia sangat susah diatur, Darsono kembali tertidur pulas setelah mengigau. Akhirnya Bik Ijah memutuskan untuk keluar dari kamar putranya. Membiarkannya tertidur pulas dengan harapan setelah bangun Darsono menyadari semua kesalahan yang sudah dia perbuat hari ini.
Perlahan-lahan matahari bergerak menuju atas hingga sinarnya semakin terang dan terasa hangat. Cahayanya menyeruak ke dalam rumah. Semakin lama semakin semakin terang menembus ventilasi di atas jendela kamar Darsono. Sehingga sinarnya masuk ke dalam kamar membuat Darsono terbangun dari tidurnya.
Perlahan-lahan Darsono bangun dan duduk di atas tempat tidurnya, kepalanya masih terasa pening dan berat efek minuman alkohol yang sudah diminum bersama teman-temannya. Perutnya tiba-tiba berbunyi meminta jatah untuk diisi, rasa lapar dirasakan Darsono.
Sambil merasakan kepala pening, Darsono keluar dari kamarnya menuju dapur melihat menu apa yang bisa dimakan sore ini. Setelah dia melihat menu makanan yang sudah disiapkan oleh ibunya. Mulutnya tersenyum manis melihat masakan yang di lemari makan, merupakan menu kesukaannya.
Bik Ijah tidak menyadari kalau Darsono sudah bangun, dia sedang terlelap tidur di kamarnya, setelah selesai makan, Darsono langsung mandi karena merasakan badannya terasa lengket, setelah mandi, ketika Darsono membuka lemari pakaiannya dua jadi teringat amplop uang yang dia ambil dari lemari ibunya.
Dicarinya uang yang dia sembunyikan di dalam lemari itu, sudah dibongkar semua sekatan baju, tapi tidak ditemukan juga amplop uang tersebut. Darsono panik perasaan dia simpan di bawah lipatan bajunya masih belum ditemukan juga, perasaan Darsono semakin tidak karuan.
Dengan perasaan yang masih tidak karuan, Darsono keluar kamarnya dan mengendap-endap berjalan menuju kamar ibunya, dia buka pelan-pelan pintu kamar ibunya, dilihatnya ibunya sedang tertidur pulas, dia tersenyum melihat ibunya sedang tertidur. Ketika Darsono akan masuk ke dalam kamar ibunya, tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggil namanya.
"Darsono apa yang sedang kamu lakukan di kamar ibu kamu?"
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
