Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 9 )
Tagur hari ke 19
Langkah kaki Darsono jadi terhenti, karena mendengar ada yang memanggil namanya, setelah menengok ke belakang ternyata yang memanggil Pak Leknya. Akhirnya Darsono menutup pintu kamar ibunya dan menemui Pak Leknya yang sudah duduk di ruang tamu.
"Ada apa Lek, bikin kaget saya saja," ucap Darsono sambil mencium punggung tangan Pak Lek, kemudian ikut duduk di kursi ruang tamu.
"Apa yang sudah kamu lakukan dalam satu hari ini Le, hari ini kamu sudah membuat hati ibu kamu susah dan menangis," ucap Karjo kepada keponakannya.
"Saya tidak merasa melakukan apa-apa lek hari ini, memang apa yang terjadi ko ibu bisa sampai menangis?" Ujar Darsono tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Sudah kamu tidak usah mungkir dan berbohong seperti itu, tadi siang ibu guru kamu ke rumah menceritakan apa yang sudah kamu lakukan hari ini," jelas Karjo sudah sedikit geram dengan keponakannya itu.
Sementara Darsono wajahnya sudah sedikit berubah mendengar penjelasan Pak Leknya, terlihat duduknya mulai serba salah, dia meremas remas kedua tangannya.
"Le, mau sampai kapan kamu seperti ini, dari dulu kamu selalu menyusahkan ibu kamu, lihat ibu kamu selama ini kerja banting tulang demi membiayai sekolah dan kebutuhan kamu, pergi ke pasar pagi buta jam dua pagi ibumu sudah terjaga dan memulai aktivitas pergi ke pasar membeli sayuran.
"Sementara kamu masih enak-enak tidur pulas, ibu kamu sudah sibuk memilih milih sayuran di pasar, untuk dijual. Tidakkah hatimu tergerak untuk membantu ibu kamu yang sedang bekerja keras untuk menghidupi kamu. Le, kamu bukan anak kecil lagi,"
"sekarang ini kamu sudah menjadi laki-laki yang sudah cukup dewasa. Hormatilah ibu kamu, jangan kerjaannya hanya membuat susah orang tua," nasihat Karjo panjang lebar.
Sementara Darsono masih duduk sambil menundukkan kepalanya, entah apa yang ada dalam pikirannya kini. Sementara Bik Ijah yang sedari tadi sudah terbangun dari tidurnya mendengarkan percakapan antara adiknya dan putranya. Air matanya mengalir deras mendengar adiknya sedang menasehati putranya.
Harapan Bik Ijah semoga mulai hari ini Darsono menyadari kesalahan yang sudah diperbuatnya selama ini.
"Sadarlah Darso, kasihanilah ibu kamu yang selama ini menyayangi kamu dengan penuh ketulusan, jangan kau balas dengan kelakuan kamu yang makin hari makin tidak karuan.
"Membuat malu ibu kamu dengan segala tingkah laku kamu yang membuat malu keluarga," lanjut Karjo yang sepertinya masih banyak yang akan disampaikan kepada Darsono.
"Kalau kamu tidak mau mendengar nasihat ibu dan Pak Lekmu ini, terus omongan siapa yang akan kamu dengarkan, jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari. Mumpung ibu kamu masih ada hargai dan hormati serta sayangi ibumu," lanjut Karjo.
Tanpa diduga Karjo, Darsono berdiri dari tempat duduknya, kemudian tanpa pamit dia berlari ke luar rumah, entah mau kemana Darsono pergi.
Bersambung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
