Aqila oh Aqila, Cerita Unikku Hari Ini
Tagur Hari ke 55
Hari ini sejatinya saya menuliskan lanjutan cermisku, tapi karena cerita unik yang saya alami hari ini. Sepertinya saya harus menuliskan ceritanya hari ini. Ini masalah seputar pelaksanaan kegiatan Olimpiade Nasional yang pelaksanaan seleksinya diadakan pada hari Minggu kemarin tanggal 20 February 2022.
Saya sebagai pembimbing tidak bisa mendampingi anak binaan saya pada saat pelaksanaan seleksi Olnas. Karena hari itu saya sedang berada di Bandung menghadiri resepsi pernikahan ponakan.
Pelaksanaan Olnas dilakukan serentak seluruh Indonesia, tapi tempat seleksi nya dilakukan di sekolah masing-masing atau boleh di rumah siswa sebagai peserta. Tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pelaksanaan seleksi Olnas.
Ibu Kepala Madrasah mengintruksikan pelaksanaan diadakan di sekolah saja walaupun hari Minggu. Sebetulnya mengerjakan soal-soal olimpiade Nasional ini rentang waktunya cukup panjang dari pagi hingga malam hari.
Tapi di sekolah kita diadakan sebanyak dua sesi, karena mata pelajaran yang diikut sertakan ada enam mapel. Jadi yang sesi satu pelajaran IPS, MTK, IPA. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sedangkan sesi kedua mata pelajaran PAI.
Ada salah satu siswi yang bernama Aqila, dia merupakan peserta Olnas IPA. Tapi tanpa sepengetahuan para guru pembimbing dan Aqila tidak konfirmasi dahulu kepada guru IPS dan MTK. Dia mendaftarkan diri sendiri untuk mengikuti olimpiade Nasional mapel IPS dan MTK.
Aqila mengerjakan soal Olnas IPS dan MTK di rumahnya. Sementara siswa binaan saya yang ikut Olnas IPS yaitu Nadia dan Cafa. Setelah dua hari berlalu saatnya pengumuman seleksi Olnas yaitu malam Rabu pukul 20.00.
Ketika teman saya mengirim hasil seleksi olimpiade Nasional di grup Olnas. Saya sedikit mengernyitkan dahi saya ketika membaca pengumuman yang lolos seleksi olimpiade Nasional IPS bukan murid binaan saya Nadia dan Cafa.
Melainkan yang tercantum namanya, Aqila Azka Nafisa, tentu saja saya dan guru IPS lainnya membaca nama Aqila jadi bingung. Ko bisa Aqila yang muncul namanya, kenapa bukan nama Nadia atau Cafa.
Perasaan saya semalam sangat sangat bingung, mau bahagia jadi ga bisa bahagia karena bingung. Saya memikirkan perasaan Nadia dan Cafa, khawatir mereka berprasangka buruk terhadap guru pembimbing IPS. Pasti mereka berpikiran gurunya diam diam mendaftarkan Aqila tanpa sepengetahuan mereka.
Paginya setelah usut punya usut ternyata Aqila katanya menurut penjelasannya dia hanya iseng pingin ikutan juga mengerjakan soal Olnas IPS dan MTK. Dan hasilnya Aqila mendapatkan perak untuk mapel MTK dan perunggu untuk mapel IPS.
Harusnya Aqila itu sewaktu mau mendaftarkan diri ke Olnas IPS dan MTK konfirmasi dulu kepada guru mapel nya jadi kita tidak bingung kalau nama dia muncul sebagai yang lolos seleksi Olnas.
Itu yang saya katakan kepada Aqila, supaya lebih mengedepankan etika, otak boleh cerdas tapi etika harus dinomor satukan. Saya katakan juga pada Aqila bahwa segala sesuatu itu harus dikomunikasikan terlebih dahulu. Supaya tidak ada dusta diantara kita.
Akhirnya pelan pelan saya jelaskan masalah yang sebenarnya kepada Cafa dan Nadia tentang masalah Aqila.
Supaya tidak terjadi kesalahpahaman antara murid binaan dengan guru pembimbingnya. Itulah cerita saya hari ini, semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
