Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Harus Bangga dengan Bahasa Daerah Sendiri

Harus Bangga dengan Bahasa Daerah Sendiri

Lomba Menulis Bulan Februari 2022 ‘Nyok Kita Jaga Bahasa Emak Kita"

Oleh: Nani Yuliani

Tagur hari ke 45

Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selain itu bahasa juga menunjukkan identitas suatu bangsa yang menjadi ciri khasnya. Seperti yang kita ketahui negara kita memiliki beribu-ribu macam bahasa daerah. Dari keanekaragaman bahasa daerah tersebut masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.

Walaupun bangsa Indonesia telah memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa daerah sebagai warisan budaya lokal harus tetap dilestarikan, terutama bagi para generasi muda sebagai pilar utama bangsa Indonesia saat ini.

Dalam ulasan ini saya ingin menuliskan beberapa alasan pentingnya peran generasi muda Indonesia dalam melestarikan bahasa daerah. Alasan yang paling utama yaitu bahasa daerah merupakan salah satu identitas diri dari daerah tersebut. Sedangkan alasan yang kedua meningkatkan rasa cinta tanah air

Kesadaran dalam penggunaan bahasa daerah sebagai sarana komunikasi dilingkungan daerahnya sendiri akan menjadikan kita lebih cinta dan bangga terhadap tanah air kita, Indonesia. Dengan memahami dan menggunakan bahasa daerah, kita lebih mudah mempelajari berbagai ragam budaya daerah lainnya.

Arus globalisasi yang kuat, turut mendorong masuknya berbagai kebudayaan asing ke negara kita. Hal ini, tentu saja menjadi tantangan besar bagi para generasi muda Indonesia dalam melestarikan bahasa daerah mereka.

Jadi, tidak ada salahnya untuk kita kembali bersama-sama belajar bahasa daerah, serta mengajarkannya kepada yang lain, agar bahasa ini tidak punah. Penggunaan bahasa daerah sangat penting ketika kita ingin menjalin komunikasi dengan keluarga dan masyarakat yang memiliki latar belakang kedaerahan yang sama, sehingga tidak sulit menemukan bahan obrolan, serta lebih mempererat hubungan satu sama lain.

Salah satu contohnya yaitu saya sendiri berasal dari Kota Cilegon Banten yang sehari-harinya menggunakan bahasa Jawa Cilegon, sedangkan suami saya berasal dari Kota Pringsewu Lampung, yang sehari harinya menggunakan bahasa Jawa tengah. Kedua bahasa daerah ini memiliki beberapa kesamaan.

Jadi saya tidak terlalu sulit untuk berkomunikasi dan beradaptasi dengan bahasa keluarga suami, ketika saya sedang berada di Pringsewu Lampung. Apa yang mereka ucapkan saya sedikit banyak mengerti jadi tidak mengalami kesulitan ketika saya sedang berbincang-bincang dengan keluarga yang ada di Pringsewu Lampung.

Seiring berjalannya waktu dengan seringnya saya berkunjung ke Pringsewu Lampung, semakin faham keragaman kata. Yang awalnya saya tidak mengerti sekarang sudah banyak mengerti bahasa mereka, contoh Madang itu artinya makan, kalau bahasa Cilegonnya Mangan, contoh lainnya Sego itu nasi, sedangkan bahasa Cilegonnya sekul.

Selain perbedaan kata persamaan kata juga ada yang sama antara bahasa daerah Cilegon dan Pringsewu contohnya, Sayur itu bahasa Cilegonnya jangan dan ternyata di Pringsewu juga sama Sayur itu jangan. Dari perbedaan dan persamaan bahasa antara dua daerah tersebut merupakan salah satu bukti betapa kayanya negara kita ini akan bahasa daerah.

Untuk melestarikan bahasa daerah sekarang ini di pendidikan sekolah dasar sedang digalakkan pelajaran nalek bahasa daerah. Yang pastinya disesuaikan dengan daerah masing-masing, uniknya di saat ada tugas menterjemahkan bahasa daerah pada pelajaran nalek, ada perasaan tidak tega apabila ada salah satu siswa yang pendatang atau bukan asli dari Cilegon.

Misalnya dari Medan, orang tuanya bingung karena tidak mengerti bahasa daerah Cilegon, tapi itu bisa dijadikan sebuah tantangan bagi para pendatang atau perantau mau tidak mau suka tidak suka mereka harus mau mempelajari bahasa wong Cilegon. Tapi jangan salah ada juga orang tua walaupun dia asli dari Cilegon tapi tidak mengerti bahasa halus atau bahasa bebasan daerah Cilegon.

Diakhir tulisan sebagai penutup, ijinkan saya menutup tulisan ini dengan menggunakan bahasa Jawa Cilegon Banten.

"Kule ucapaken maring batur-batur sedanten, kedahe bangga sereng bahase dewek bahase wong Cilegon Banten, dipune bangkit dilestarekaken lan boten ilang bahasane. Kadose pecil-pecil kule sedanten bangkit ngomong bahase wong Cilegon Banten. Semungku saos tulisan kule dinten niki mugi-mugi wenten manfaate"

ROFIL PENULIS

Nani Yuliani, SE. Lahir di Serang 15 November 1975. Menjadi ASN sebagai Guru Mapel IPS di MTs Negeri 1 Kota Cilegon Banten

Motto Hidup : Ingin selalu menjadi manusia yang selalu bermanfaat untuk orang lain.

Penulis bisa dihubungi melalui nomor wa : **(censored)**dan alamat email : **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post