Jamilah ( Episode ke 1 )
Tagur hari ke 41
Sore hari menjelang magrib, suasana kampus terasa amat dingin. Karena dari pagi diguyur hujan lebat hingga sore ini masih belum ada tanda-tanda hujan akan reda. Hujan yang mengguyur seantero kampus. Di pojok paling jauh terlihat sebuah gedung tua yang merupakan gedung kampus yang lama tidak ditempati. Terlihat tembok-tembok yang sudah mulai banyak ditumbuhi lumut.
Gedung tua itu merupakan gedung kosong yang sudah lama tidak ditempati oleh pihak kampus. Jamilah yang sedari tadi duduk dipojokkan teras kampus sambil menunggu hujan reda. Dia duduk santai sambil mengerjakan tugas dari dosen.
Rio yang sedari tadi memperhatikan Jamilah dari kejauhan, tidak disadari kalau ada sepasang mata yang mengamati gerak-gerik Rio sedang asik memperhatikan Jamilah. Ada rasa cemburu menghinggapi dada gadis tersebut.
Jamilah memang sosok mahasiswi yang cantik, cerdas, lincah dan aktivis kampus juga, wajar kalau banyak mata mahasiswa ganteng memperhatikan bahkan berusaha merebut hati Jamilah. Sehingga membuat iri mahasiswi lainnya. Rio mulai memberanikan diri untuk mendekati Jamilah.
"Haai Mila, sedang apa ko kelihatannya asik sekali duduk sendirian nih, boleh saya temani," sapa Rio mulai memberanikan diri menyapa Jamilah.
"Eeeh Ka Rio, enggak ko ini Mila lagi sambil nunggu hujan reda, sedang mempelajari tugas dari dosen tadi di kelas," jawab Jamilah lembut
"Sebentar lagi magrib, sebaiknya kita ke mushola yu, sambil nunggu hujan reda kita salat magrib dulu," ajak Rio berharap Jamilah mau menuruti ajakannya.
"Baiklah, yuk Ka, kita ke mushola," ucap Jamilah sambil membereskan bukunya dan dimasukkan ke dalam tasnya.
Rio merasa senang, Jamilah mau menuruti ajakannya, dia akan berusaha bersikap hati-hati terhadap Jamilah, karena wanita ini merupakan sosok wanita yang susah sekali didekati oleh cowok- cowok yang ada di kampus ini. Itu yang Rio dengar dari teman-temannya tentang Jamilah.
Ketika mereka sedang berjalan menyusuri koridor kampus, menuju musolah. Bau aroma wangi melati menyeruak tercium oleh Jamilah dan Rio, mereka saling berpandangan dan penuh tanya.
"Ka Rio memakai parfum melati ya," tanya Jamilah sambil melihat ke wajah Rio merasa heran
"Ya ga laah, mana mungkin saya memakai parfum aroma melati, malah saya pikir Mila yang memakai parfum melati ini," jawab Rio geli sendiri.
"Mila ga suka dengan aroma melati Ka, jadi mana mungkin kalau Mila pakai parfum melati," sambung Mila.
"Terus aroma melati ini parfum siapa Doong," ucap Rio dan Jamilah bersamaan sambil mulai menegang tengkuk lehernya masing-masing.
Bulu kuduk mereka sudah mulai terasa meremang dan mencari cari ada siapa di koridor ini selain mereka berdua. Semua area sudah dikelilingi tidak ada satupun orang yang melintas di koridor ini selain Rio dan Jamilah.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
