Jamilah ( Episode ke 2 )
Tagur hari ke 42
Akhirnya Rio dan Jamilah mempercepat langkahnya menuju musolah, sesampainya musolah para mahasiswa dan mahasiswi sudah mulai mengambil air wudhu dan bersiap siap untuk solat magrib berjamaah. Jamilah dan Rio berpisah karena tempat wudhu mahasiswa dan mahasiswi terpisah.
Setelah selesai menjalankan salat magrib, Rio menunggu Jamilah yang sedang membetulkan hijabnya, Rio menawarkan diri mengantarkan Jamilah pulang ke kosan.
Sambil berjalan menuju parkiran mobil, Rio menawarkan untuk makan malam dulu sebelum pulang ke kosan. Dan Jamilah menyetujui karena memang perutnya terasa lapar dari tadi siang tidak makan.
Setelah sampai parkiran mobil, sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mereka, rupanya masih mengamati mereka. Api cemburu sudah mulai merasuki sipemilik sepasang mata misterius itu. Mobil Rio mulai meninggalkan area kampus dan menuju cafe faforitnya.
Hati Rio mulai sedikit berbunga bunga bisa mengajak Jamilah makan malam, dan momen ini tidak akan dia sia-siakan begitu saja. Dia akan mulai melakukan pendekatan secara teratur dan tidak tergesa-gesa. Setelah sampai rumah makan yang dituju Rio mempersilahkan Jamilah turun dan masuk ke dalam cafe tersebut.
Suasana cafe tidak begitu ramai oleh pengunjung, pelayan cafe langsung menghampiri Rio dan menyodorkan menu yang ada di cafe tersebut. Setelah memilih beberapa menu sambil menunggu pesanan datang Rio mulai sedikit mengajukan pertanyaan kepada Jamilah.
"Mil, kita ini satu fakultas, tapi saya perhatikan kamu jarang terlihat dekat atau jalan dengan cowok yang ada di fakultas kita?" Tanya Rio sedikit menyelidik dan sudah mulai menjurus pertanyaannya.
"Hemmmm rupanya Ka Rio diam-diam, suka memperhatikan Mila yaa," goda Jamilah sama Rio
Jawaban Mila, membuat wajah Rio terlihat merah seperti kepiting rebus menahan rasa malu, untungnya pelayan segera datang membawa pesanan makanan yang sudah dipesannya. Jadi Mila tidak sempat melihat perubahan wajah Rio yang masih memerah.
Karena lapar Jamilah langsung menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja. Begitu juga dengan Rio langsung menyantap makanan pesanannya.
Setelah selesai makan, karena malam sudah mulai larut, Jamilah mengajak Rio pulang, setelah membayar bill Rio dan Jamilah langsung menuju parkiran dan langsung melajukan mobilnya ke arah kosan Jamilah.
Setelah sampai kosan Jamilah, Rio yang tadinya mau ikut turun dilarang sama Jamilah.
"Sebaiknya Ka Rio tidak usah turun ya, sudah malam tidak enak terlihat tetangga sebelah, terima kasih untuk makan malamnya, sampai ketemu besok di kampus yaa Ka," ucap Jamilah sambil masuk ke teras kosannya, tangannya melambaikan ke arah mobil Rio sampai Rio hilang dari pandangannya.
Jamilah masuk ke kamar kosannya, dan langsung ganti pakaian, karena cuaca lagi dingin dia malas untuk mandi. Setelah selesai ganti pakaian, Jamilah sambil nunggu matanya mengantuk menyempatkan diri untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Ketika sedang asik mengerjakan tugas kuliahnya tiba-tiba hidungnya mencium aroma melati.
Aroma melati yang sangat menyengat hidung, wajahnya mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar kosannya. Tidak biasanya ada aroma melati di kamarnya akhirnya Jamilah memutuskan untuk menunda mengerjakan tugas kuliahnya dan langsung tidur. Dengan aroma melati yang semakin menyengat.
Jamilah berusaha untuk memejamkan matanya, walaupun hati dan perasaannya mulai tidak enak, bulu kuduknya sudah mulai meremang, baru saja Jamilah mulai terlelap tiba tiba terdengar suara desahan memanggil namanya.
"Jamilaaaah, Jamilaaaaah, bangunlaaah," suara desahan itu terdengar seperti di luar kamar Jamilah.
Bersambung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
