Jamilah ( Episode ke 3 )
Tagur hari ke 44
Malam semakin mencekam terlebih di dalam kamar Jamilah, suara desahan yang memanggil Jamilah masih sayup-sayup terdengar lirih. Jamilah masih berusaha bersikap tenang.
Setelah diyakininya suara itu bukanlah halusinasi saja, tapi benar nyata suara itu masih terdengar. Jamilah berusaha membaca ayat kursi dan beberapa bacaan surat yang dia hafal.
Terus diulang dan diulang membacanya sampai akhirnya Suara desahan memanggil namanya itu perlahan lahan menghilang tidak terdengar lagi.
Hati dan perasaan Jamilah jadi tenang kembali aroma melati yang tadi begitu menyengat sudah mulai tidak tercium lagi. Karena merasa lelah setelah yakin suasana kamar mulai aman Jamilahpun tertidur pulas.
Sampai akhirnya terdengar sayup sayup berkumandang suara azan subuh. Jamilah terbangun dan baru menyadari kalau dia melewati salat malam.
Dia bergegas bangun dan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi salat subuh Jamilah keluar dari kamar kosan untuk membeli sarapan pagi.
Ketika Jamilah sedang berjalan menuju warung nasi uduk, salah satu teman kosnya memanggil namanya.
"Mila... tunggu, mau beli sarapan yaa, bareng dong," ucap Dara sambil berlari menghampiri Jamilah.
"Eeh kamu Ra, hayuk kalau mau bareng," jawab Jamilah sambil menarik tangan Dara.
"Mil, kamu semalam pulang diantar dengan siapa pake mobil, aku intip dari kaca jendela kamar menunggu pengen lihat wajah yang mengantarkan kamu pulang. Tapi rupanya teman kamu tidak turun dari mobil," tanya Dara sedikit penasaran
"Hemmmm dasar ratu kepo, pengen tahu saja kamu Ra," jawab Jamilah sambil sedikit terkekeh dan menggoda Dara.
Dara tersenyum keki mendengar jawaban Jamilah, sambil mengerucutkan bibirnya sedikit ke esal dengan Jamilah. Setelah sampai warung nasi uduk mereka langsung memesan uduk rabeg yang terkenal maknyus rasanya.
Karena warung terlihat sepi akhirnya Jamilah dan Dara memutuskan untuk makan nasi uduk langsung di warung tersebut.
Setelah selesai menyantap nasi uduk, kedua gadis tersebut kembali ke kosannya, dan bersiap untuk berangkat ke kampus.
Hari ini Jamilah ada kuliah pagi, dia tidak ingin terlambat masuk ke dalam kelas. Karena dosen jam pertama dosennya rada sedikit disiplin. Yang selalu datang tepat waktu.
Suasana kampus masih terlihat sepi, belum banyak mahasiswa yang berdatangan, Ketika Jamilah sedang berjalan di halaman kampus menuju kelasnya.
Tiba-tiba Jamilah berhenti persis di depan gedung tua yang kosong tersebut. Jamilah menatap sejenak gedung tua itu, dia mengamati gedung tersebut lama sekali.
Tiba-tiba kepalanya agak sedikit pening, dan merasakan seperti telah terjadi sesuatu di dalam gedung tua itu. Kedua tangan Jamilah memegang kepalanya.
Tanpa disadarinya Jamilah berjalan terus masuk ke dalam gedung tua itu. Jamilah melihat sepasang kekasih sedang bertengkar di dalam gedung tua itu, lelaki itu sangat kasar sekali sikapnya kepada perempuan itu.
Kemudian terdengar suara jeritan wanita itu sangat keras sekali hingga memekik telinga, lelaki itu berupaya mencekik wanita itu, dan Jamilah tidak kuat menyaksikan peristiwa yang dia lihat di dalam gedung tua itu.
Wanita yang sedang tidak berdaya itu melihat ke arah Jamilah dan tangannya menggapai gapai seperti meminta pertolongan pada dirinya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
