Jamilah ( Episode ke 4 )
Tagur hari ke 46
Jamilah terlihat panik melihat adegan yang mengerikan itu, tangan wanita yang sedang tidak berdaya itu masih menggapai gapai tangannya meminta pertolongan pada dirinya. Pada saat Jamilah akan mendekati dan menolong wanita itu, tiba-tiba ada yang menarik tangannya hingga keluar dari gedung tua tersebut.
Jamilah jadi sedikit terhuyung dan hampir terjatuh, ketika Jamilah melihat siapa yang menarik tangannya itu, ternyata Rio yang menarik tangannya tersebut.
"Apa yang sedang kamu lakukan tadi Mila, kamu tidak sadar apa yang barusan kamu lakukan itu sangat membahayakan diri kamu sendiri, jangan sekali kali kamu masuk ke dalam gedung tua itu," ucap Rio sedikit kesal dan emosi
"Ka Rio..?" Ko bisa ada di gedung tua itu juga kapan masuknya?" Tanya Jamilah merasa heran dengan kehadiran Rio yang begitu tiba-tiba.
"Nanti saya ceritakan tentang gedung tua itu, mungkin kamu belum tau banyak tentang suasana di lingkungan kampus kita ini, sekarang saya ada kelas pagi, kamu jugakan? Hayo kita lupakan sejenak tentang apa yang kamu lihat di dalam gedung tua itu, kita masuk kelas dulu," ajak Rio sambil menarik tangan Jamilah yang masih terbengong-bengong.
"Tapi Ka, wanita itu butuh pertolongan," ucap Jamilah sedikit memelas
"Saya yakinkan di dalam gedung tua itu barusan tidak ada siapa-siapa dan tidak ada kejadian apa-apa, oke paham ya," jelas Rio berusaha meyakinkan Jamilah.
Akhirnya dengan perasaan tidak menentu, bingung apa yang dikatakan oleh Rio barusan. Jamilah seperti burung perkutut mengikuti langkah Rio hingga ke dalam kelas. Setelah Rio yakin Jamilah sudah duduk di dalam kelas dan berjanji akan menemui Jamilah setelah selesai kuliah, Rio berjalan menuju kelasnya yang tidak jauh dari kelas Jamilah.
Sepasang mata yang dari semalam mengamati gerak-gerik Rio dan Jamilah masih saja mengintai dari kejauhan. Api cemburu masih merasuki hatinya.
"Don, kamu ngapain berdiri di sini seperti patung, apa yang sedang kamu lihat, dari tadi saya perhatikan dari jauh kamu sedang mengamati seseorang," ucap Gina pada sahabatnya Dona
"Aaach kamu nih Gin, ngagetin saya aja, terus dirimu selalu kepo pengen tahu urusan orang lain," jawab Dona sedikit kesal karena sudah dibuat kaget oleh sahabatnya.
Dona akhirnya berjalan menuju ke kelas, meninggalkan sahabatnya Gina terbengong-bengong melihat sikapnya yang aneh pagi ini. Dona duduk tidak jauh dari kursinya Jamilah, selama belajar Dona matanya tidak pernah lepas dari gerak gerik Jamilah. Hatinya sedang terbakar api cemburu melihat kedekatan Jamilah dengan laki-laki yang sedang dia kagumi selama ini.
Pa Bambang, dosen yang mengajar mata kuliah pagi ini, mengumumkan akan ada kegiatan study banding di kampus UGM, yang akan dilaksanakan minggu depan, dan semua diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ini. Setelah mata kuliah pa Bambang selesai, ada lagi jadwal mata kuliah berikutnya lepas duhur.
Jamilah langsung keluar kelas, dan ternyata Rio sudah menunggunya di depan kelas, Rio langsung mengajak Jamilah ke kantin kampus, perutnya terasa lapar karena dari pagi dia belum sarapan. Jamilah mengikuti Rio menuju kantin, sambil menikmati sajian makanan yang tersedia di kantin kampus.
Rio mulai menceritakan tentang sejarah gedung tua yang kosong itu, Jamilah mendengarkan cerita Rio dari awal hingga selesai. Ternyata di kampus ini pernah ada peristiwa yang mengerikan, ada mahasiswa yang bunuh diri di dalam gedung itu. Awalnya gedung itu dipakai untuk perkuliahan biasa, tapi setelah kejadian ada yang bunuh diri tersebut.
Banyak kejadian-kejadian aneh, hampir setiap hari ada saja mahasiswa yang kesurupan pada saat belajar di kelas. Akhirnya mengganggu aktivitas para mahasiswa yang ada di gedung tersebut. Lama kelamaan gedung tersebut kosong dan tidak ditempati lagi untuk kegiatan perkuliahan.
"Tapi Ka Rio, tadi Mila jelas banget melihat sepasang kekasih yang sedang bertengkar dan akhirnya wanita itu mau dicekik oleh laki-laki tersebut, dan wanita itu berusaha meminta pertolongan saya Ka," ucap Jamilah menceritakan apa yang tadi dilihatnya tadi pagi di gedung tua tersebut.
"Dan saya pastikan di dalam gedung tua itu tida ada siapa-siapa, karena saya tidak melihat ada orang lain selain kamu Mil," ucap Rio berusaha meyakinkan Jamilah.
"Terus kamu kenapa tadi ko bisa bisanya masuk ke dalam gedung tersebut sendirian lagi, jangan kamu ulangi lagi ya," tegas Rio pada Jamilah
"Tadi Mila seperti ada kekuatan yang mendorong Mila untuk memasuki gedung tua itu Ka," jawab Mila.
"Entahlah dari kemarin Mila merasakan ada beberapa kejadian yang aneh, semalam aroma melati itu datang mengganggu Mila aromanya sangat menyengat masuk ke dalam kamar, terus pada saat mau tidur ada yang memanggil manggil nama Mila Ka, entah suara siapa itu," jelas Jamilah panjang lebar pada Rio.
Rio sedikit terhenyak mendengar cerita aneh yang barusan Jamilah ceritakan kepadanya, kenapa kejadian itu sama persis yang dia alami semalam pada saat Rio mau tidur.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
