Jamilah ( Episode ke 5 )
Tagur hari ke 47
Suasana kantin kampus masih terlihat ramai, Jamilah menceritakan tentang rencananya akan ada kegiatan study banding ke kampus UGM pada Rio.
"Saya sudah tau informasi itu, Mil, kan saya termasuk salah satu panitianya," ujar Rio
"Waaah asik dong kalau Ka Rio ikut juga," ucap Jamilah girang.
Tanpa disadari ucapannya itu membuat hati Rio jadi sedikit berbunga bunga, dan berharap di Jogja nanti bakal ada peluang mengutarakan isi hatinya pada Jamilah sebelum keduluan dengan mahasiswa yang lain.
Saat yang dinantikan akhirnya tiba juga, dua bus pariwisata sudah menunggu di depan pelataran kampus. Rio sebagai panitia sudah mulai terlihat sibuk, mengatur Snack dan segala obat obatan yang sudah dipersiapkan oleh panitia sebelumnya.
Hari ini Rio terlihat lebih fresh dengan balutan T-shirt oblong warna hijau botol dan celana jins warna krem menambah daya tarik tersendiri bagi para mahasiswi di kampus ini.
Terlebih Dona yang sedari tadi memperhatikan Rio dari kejauhan, dia berharap bisa satu mobil dengan lelaki pujaannya itu. Tidak lama Jamilah datang membawa tas gendong dan memakai kemeja kotak kotak dan kulot bahan jins.
Terlihat lebih rileks penampilannya dan pastinya terlihat lebih cantik terlebih dengan balutan hijab polos warna abu-abu muda. Menambah paras ayunya terlihat.
Rio yang sedari tadi sibuk dengan segala urusan kepanitiaan, segera menghampiri wanita pujaan hatinya, hatinya bedesir kencang pada saat bersalaman dengan Jamilah. Diakuinya gadis ini memang benar-benar cantik sekali.
"Heii ko bengong, diajak salaman malah melihat Mila seperti itu, ada yang salah ya Ka, dengan penampilan Mila?" Tanya Mila polos
"Eh ga anu, kamu ko tambah cantik sih hari ini," bisik Rio di telinga Jamilah
Wajah Jamilah langsung memerah dan tersipu malu mendengar pujian Rio, sambil mencubit pundak Rio, Jamilah berkata.
"Apaan sih Ka Rio ini, emang selama ini Mila jelek ya, ko bilang hari ini saja cantiknya," ucap Jamilah sambil tertawa berusaha menutupi kegugupannya di depan Rio.
"Hahaha, ya ga lah maksud saya Kamu hari ini tambah cantik hehehe," jelas Rio terkekeh
Ya sudah kamu langsung naik bus satu ya, nanti saya nyusul, saya juga ada di bus satu sudah ada namanya di masing-masing jok kursi," jelas Rio pada Jamilah
Jamilah langsung naik bus, setelah mencari-cari namanya Jamilah mendapat tempat duduk paling belakang, dan dia tersenyum setelah melihat siapa teman satu bangkunya. Siapa lagi kalau bukan Rio. Pasti dia yang mengatur tempat duduk ini.
Sementara Dona merasa kesal dia kebagian di bus dua dan tidak satu mobil dengan Rio, setelah semua naik ke dalam bus, pengemudi bus mulai meninggalkan pelataran kampus.
Perjalanan Bandung Jogja akan ditempuh selama 6 jam. Suasana di dalam bus mulai ramai oleh para mahasiswa yang sedang bersuka ria.
Ada yang memainkan gitar, sambil bernyanyi, ada yang sedang ngemil makanan bekal mereka, ada yang sedang memainkan gawainya, dua jam pertama masih terdengar ramai di dalam bus.
Lama kelamaan suasana di dalam bus mulai hening. Rata rata penumpang sudah mulai tertidur terbuai oleh alunan musik yang di nyalakan oleh kondektur bus.
Tak terasa waktu berganti dengan malam suasana di dalam bus mulai gelap hanya lampu redup yang menyala di setiap kursi penumpang. Jamilah masih terjaga sedangkan Rio sudah tertidur pulas di sampingnya. Tiba tiba Jamilah mencium aroma melati kembali, perasaan dia mulai tidak enak.
Sepertinya bakal ada sesuatu yang terjadi di dalam mobil bus ini, aroma melati semakin menyengat tercium oleh hidungnya.
Belum hilang rasa keanehan Jamilah, tiba-tiba mata Jamilah melihat sosok wanita sedang berdiri di tengah-tengah penumpang wanita itu berbaju putih dengan wajah pucat, rambutnya terurai panjang hingga menjuntai ke bawah.
Matanya tajam melihat ke arah Jamilah, Jamilah berusaha membangunkan Rio yang sedang terlelap tidur.
"Ka Rio bangun, Ka Rio bangun doong, Mila takut nih, Ka Rio bangun," Rajuk Jamilah sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rio duduk di sampingnya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
