Jamilah ( Episode ke 6 )
Jamilah ( Episode ke 6 )
Tagur hari ke 48
Suasana di dalam mobil bus masih mencekam terutama bagi Jamilah, sementara penumpang yang lain masih tertidur lelap, Jamilah masih ketakutan melihat sosok wanita berbaju putih itu. Matanya masih menatap tajam ke arah Jamilah, dia mulai berjalan menuju ke tempat Jamilah duduk.
Sementara Jamilah masih berusaha membangunkan Rio, sudah berbagai cara tapi Rio susah sekali dibangunkannya. Sampai akhirnya Rio terkejut mendengar Jamilah teriak-teriak menyebut namanya
"ka Rio bangun, Ka Rio bangun itu ada apa di sana," teriak Jamilah sambil mengangkat jari telunjuknya seperti sedang menunjukan sesuatu.
Lalu Rio berusaha membangunkan Jamilah, sepertinya Jamilah sedang bermimpi buruk.
"Mila bangun, Mila bangun, kamu mimpi apa?" Tanya Rio sambil menepuk nepuk pipi Jamilah.
Akhirnya Jamilah terbangun dari tidurnya dan langsung menyadari kalau dia barusan bermimpi buruk. Untungnya penumpang yang lain tidak mendengar teriakkan Jamilah karena sedang tertidur lelap.
"Astaghfirullah ya Allah alhamdulillah Mila hanya bermimpi buruk Ka," ucap Jamilah sambil istighfar beberapa kali.
"Kamu mimpi apa sih?, masa tidur di dalam mobil bus bisa-bisanya mimpi buruk," ucap Rio sambil menyodorkan botol air mineral kepada Jamilah.
"Ini minumlah supaya kamu sedikit tenang," ujar Rio sambil membukakan tutup botol air mineral.
Setelah merasa tenang, Jamilah menceritakan semua mimpinya barusan, Rio tersenyum mendengar cerita mimpi Jamilah barusan. Tapi senyumannya tidak terlihat oleh Jamilah karena lampu mobil yang remang-remang.
"Duh ya tuan putri yang cantik ini, ko bisanya mimpi seperti itu, pasti sebelum berangkat habis nonton film hantu ya," ledek Rio
"Iih Ka Rio ko malah ngeledek Mila sih, Mila serius mimpi tadi seperti nyata banget Ka," ucap Jamilah merasa sedikit kesal diledekin seperti itu.
Mila sendiri merasa heran mimpi tadi benar-benar seperti nyata, tapi dia bersyukur dia hanya mimpi dan kejadian itu bukan nyata.
Tidak lama mobil bus berhenti di depan rumah makan, saatnya rehat sejenak Salat Isa dan makan malam. Mobil bus mulai dinyalakan sehingga semua penumpang yang tertidur pulas jadi terbangun semuanya.
Semua penumpang turun dan langsung berpencar ada yang langsung ke kamar mandi, ada yang langsung ke mushola untuk salat Isa, ada yang langsung masuk restoran untuk menyantap makan malam. Sementara Jamilah dan Rio memilih menuju musolah untuk menjalankan salat isa.
Sesampainya di kamar mandi, Jamilah masuk ke kamar mandi wanita, hanya ada beberapa orang yang antri di kamar mandi, dan itu membuat Mila merasa lega karena dari tadi dia menahan pengen buang air kecil.
Setelah selesai buang air kecil Mila sedikit membenahi rambutnya dengan menyisir rambutnya yang sedikit berantakan.
Orang orang yang tadi mengantri sudah tidak ada, sepertinya sudah ke mushola, jadi tinggal Jamilah sendiri yang berada di kamar mandi. Ketika Jamilah sedang asik merapihkan rambutnya, tiba-tiba ada bayangan wanita berbaju putih terlihat di kaca.
Dan wanita itu wajahnya mirip dengan yang ada di dalam mimpinya ketika dia berada di dalam mobil bus. Jamilah masih ingat betul wajah wanita yang dia lihat dalam mimpinya itu. Perasaan jamilah mulai tidak enak, bulu kuduknya mulai meremang.
Bayangan wanita itu hanya berdiri mematung diam tak bergerak, tapi matanya menatap tajam ke arah Jamilah. Itu yang membuat Jamilah ketakutan, matanya dipejamkan rapat-rapat dia sama sekali tidak berani untuk membuka matanya.
Dia bingung apa yang harus dia lakukan, sementara Rio tidak ada di sampingnya. Jamilah hanya berharap semoga ada penumpang lainnya yang masuk ke dalam kamar mandi ini.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
