Jamilah ( Episode ke 8 )
Tagur hari ke 53
Penumpang bus sudah mulai masuk kembali ke dalam mobil bus, Rio dan Jamilah sudah duduk kembali di kursinya. Pak sopir mulai mengemudikan kembali mobilnya.
Sekitar dua jam lagi akan sampai di tempat yang dituju. Rencananya rombongan akan menginap di penginapan yang sudah dipesan sebelumnya oleh panitia.
Dua jam berlalu akhirnya rombongan sampai juga di penginapan, semua penumpang mulai sibuk menurunkan barang bawaannya dari bagasi mobil. Setelah cek in Jamilah satu kamar dengan Dara.
Rio mulai sibuk mengarahkan teman temannya dan standby di lobi mengecek dan memastikan semua rombongan sudah mendapatkan kamarnya masing-masing.
Jamilah dan Dara sudah masuk ke dalam kamarnya, karena merasa lelah dan tubuh minta jatah untuk segera diluruskan, Setelah cuci muka dan ganti baju Dara langsung tertidur pulas.
Sedangkan Jamilah masih asik merapihkan pakaiannya ke dalam lemari kamar. Tiba-tiba ada pesan masuk di handphonenya
Setelah dilihat ternyata Rio yang mengirimkan pesan, isi pesannya membuat Jamilah tersenyum manis dan merasa berbunga bunga hatinya.
"Mil, kamu tidur yang tenang ya, kamar saya tidak jauh dari kamar kamu, kalau ada apa-apa langsung kontek saya. Khawatir makhluk gaib itu mengganggu kamu lagi," isi pesan Rio membuat Jamilah merasa tenang.
"Iya Ka, terimakasih untuk semuanya," jawab pesan Jamilah sudah terkirim
Jamilah kemudian langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, karena merasa lelah juga dia langsung terlelap. Sementara Rio tidak bisa tidur masih memikirkan Jamilah khawatir ada yang mengganggunya lagi.
Sayup-sayup terdengar suara azan subuh, Dara dan Jamilah terbangun, Jamilah langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan langsung mengambil air wudhu untuk salat subuh. Disusul Dara menyusul mandi dan salat subuh. Setelah selesai mereka keluar ingin mencari udara segar.
Ketika berada di lobi, Dara bertemu dengan teman-temannya dan mereka terlibat obrolan serius, sementara Jamilah asik melihat lihat beberapa lukisan di ruang lobi, lukisannya bagus'bagus, terlihat seperti nyata. Ketika Jamilah sedang mengedarkan pandangannya kesetiap lukisan yang ada di dinding.
Matanya tertuju pada sebuah lukisan wajah seorang wanita, setelah didekati wajah lukisan itu mirip sekali dengan wajah yang mengganggunya semalam, yang muncul di dalam mimpinya dan di kamar mandi restoran semalam. Jamilah semakin penasaran dengan wajah yang ada di dalam lukisan tersebut.
Dia terus mengamati dan semakin mendekati lukisan tersebut. Ketika mata Jamilah memandang mata lukisan wanita itu dia seperti terhipnotis oleh lukisan yang ada di dinding tersebut.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
