Jamilah ( Episode ke 9 )
Tagur hari ke 54
Jamilah semakin larut dalam lukisan tersebut, matanya tidak pernah lepas dari sorotan mata tajam lukisan wanita yang terpasang di dinding itu. Ketika Jamilah mau menyentuh lukisan tersebut, tiba tiba ada yang menyentuh lengannya membuat Jamilah tersentak kaget.
"Hai Mil, sedang apa kamu di sini, kenapa memandang lukisan itu?" Tanya Rio yang tiba-tiba muncul mengagetkan Jamilah.
"Eh anu itu Ka, lukisan itu," jawab Jamilah sambil matanya terus menatap gambar wanita itu.
"Iya ada apa dengan lukisan itu, kenapa kamu jadi gugup seperti itu Mil?" Tanya Rio lagi sedikit mulai curiga dengan sikap aneh Jamilah.
Rio mulai menatap lukisan itu agak lama, lama kelamaan dia merasa seperti ada yang menarik dirinya supaya terus menatap wajah wanita yang ada di dalam lukisan itu.
Buru-buru Rio memalingkan wajahnya dari wajah lukisan tersebut. Setelah menyadari kalau ada yang aneh dalam lukisan itu, Rio langsung menarik tangan Jamilah dan menjauh dari lukisan di dinding itu.
Setelah agak menjauh, Jamilah baru tersadar apa yang baru saja dia alami. Rio mengajak duduk di kursi depan dan mulai mengingatkan Jamilah.
"Mil, kalau sedang berada di tempat yang baru dan asing jangan sekali kali kamu bertingkah yang aneh-aneh. Kenapa kamu memandangi lukisan tersebut sampai lama seperti itu?" Apa ada yang aneh dengan lukisan itu Mil?" Tanya Rio sedikit penasaran.
Mila sedikit merapatkan kursinya supaya lebih dekat dengan Rio, kemudian dia sedikit berbisik kepada Rio.
"Ka, lukisan wanita yang ada di dinding tadi, wajahnya mirip sekali dengan wajah wanita yang mengganggu Mila tadi malam, makanya Mila pandangi terus wajah dalam lukisan itu Ka," jawab Mila sedikit berbisik.
Rio yang mendengar penjelasan Jamilah sedikit terkejut dan merinding, dan memandang mata Jamilah mencari cari kebenaran ucapan Jamilah.
"Aaach yang benar kamu Mil, Ko bisa kebetulan begitu sih?" Tanya Rio merasa heran.
"Serius Ka, Mila tidak lagi mengada-ada ini, melihat matanya seperti terhipnotis untuk terus memandangi lukisan itu Ka," jelas Jamilah.
Mendengar penjelasan Jamilah, Rio harus merasa berhati-hati berada di dalam penginapan ini. Kemudian Rio berusaha mengalihkan pembicaraan dan mengajak Jamilah untuk sarapan.
"Mil, mendingan kita sarapan dulu yuk, sepertinya sudah pada sarapan teman teman yang lain, kan sebentar lagi kita mau langsung menuju kampus UGM," ajak Rio
"Baiklah Ka, Mila mau mencari Dara dulu Ka," ucap Jamilah
Rio malah menarik tangan Jamilah, dan mengatakan kalau Dara sudah sarapan bersama dengan teman-temannya. Akhirnya Jamilah mengikuti Rio dari belakang, Dona yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Jamilah merasa jengkel karena selalu ditemani oleh Rio di manapun dia berada.
Jamilah menikmati sarapan satu meja dengan Rio, sarapan dengan nasi goreng, telur dadar dan segelas teh manis membuat kenyang perut Jamilah. Setelah sarapan Rio dan Jamilah bergegas kembali ke kamar untuk bersiap siap menuju kampus UGM.
Setelah semua rombongan berkumpul di depan penginapan dan bersiap siap naik bus untuk melakukan studi banding di kampus UGM.
Hanya tiga puluh menit rombongan sudah sampai di kampus UGM. Semua rombongan disambut baik dengan pihak kampus UGM, semua diarahkan menuju aula kampus terlebih dahulu untuk diberikan pengarahan.
Setelah pengarahan selesai, mereka diberikan kebebasan untuk berkeliling lingkungan kampus, Jamilah bersama dengan Dara berjalan menyusuri koridor kampus sambil sesekali melihat lihat ruang laboratorium dan Mading kampus yang penuh dengan kiriman artikel para mahasiswa kampus UGM.
Satu persatu Jamilah membaca semua artikel yang tertera di Mading semuanya menarik untuk di baca, ketika Jamilah sedang membaca salah satu artikel yang judulnya sedikit aneh "Hati-hati terhadap makhluk yang sering muncul di kampus ini,"
Membaca judulnya membuat Jamilah sedikit tertegun sekaligus penasaran. Terlebih setelah melihat lampiran foto yang ada di artikel tersebut ada wajah yang mirip dengan wanita di dalam lukisan yang ada di penginapan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
