Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 20 )
Tagur hari ke 35
Malam sudah beranjak larut menunjukkan pukul dua belas malam, Darsono dan Suroto tidak bisa tidur karena sampai detik ini mereka belum diijinkan untuk melihat ibunya. Perasaan mereka belum tenang kalau belum bisa melihat ibunya.
Sedangkan Ratmi sudah pulang dan berjanji besok pagi akan kembali dengan membawa sarapan untuk kedua sepupunya itu.
"Tidurlah mas, aku masih belum ngantuk gantian nanti menjelang subuh aku yang tidur," ucap Suroto kepada kakaknya.
"Baiklah kalau ada apa-apa dengan ibu langsung bangunkan mas yaa," timpal Darsono
"Ya mas, tidurlah biar aku yang jaga ibu dari sini," ucap Suroto
Dengan beralaskan tikar dan tas baju untuk dijadikan bantal Darsono langsung terlelap tidur, sementara Suroto terus melafalkan doa yang dipanjatkan teruntuk ibunda tercintanya.
" Nak dengar ucapan ibu ini ya, setelah kepergian ibu kamu harus mau kembali masuk pesantren, karena impian almarhum bapak kamu yang diamanatkan sama ibu,"
"Bapakmu berharap kamu bisa jadi ustad yang banyak dinantikan kehadirannya oleh ummat. Ibu yakin kamu pasti bisa, lihat adik kamu Suroto, selama ini dia selalu menuruti apa yang ibu perintahkan. Ini semua demi kehidupan masa depan kamu nak,"
"Memang ibu mau pergi ke mana, ibu jangan pergi ke mana mana, jangan tinggalkan kami Bu, ibu pasti akan sembuh lagi," Darsono panik melihat ibunya memakai baju putih semuanya sambil melambaikan tangannya.
"Baik-baiklah kamu dengan adikmu ya nak, ibu sudah memaafkan semua kesalahan kamu," ucap Bik Ijah sayup-sayup terdengar suaranya dan perlahan-lahan menghilang.
"Ibuuuu, ibu jangan pergi, ibuuuu jangan tinggalkan kami," teriak Darsono sambil mengangkat angkat tangannya seperti sedang menggapai sesuatu.
Suroto yang sedang asik duduk bersimpuh memohon mendoakan ibunya terkejut mendengar dan melihat kakaknya teriak-teriak mengigau. Sampai sampai suster yang ada di dalam ruang ICU pada keluar karena mendengar teriakkan Darsono.
Suroto yang baru menyadari kalau kakanya sedang bermimpi langsung membangunkan kakanya.
"Mas, mas bangun mas, nyebut mas, mas No mimpi apa sampai teriak-teriak seperti itu, bangun mas," Suroto berusaha membangunkan kakanya
Setelah bangun Darsono menyadari kalau dia baru saja bermimpi buruk tentang ibunya, wajahnya penuh dengan keringat dia jadi malu karena beberapa suster sedang memperhatikannya.
"Astaghfirullah, astaghfirullah ya Allah alhamdulillah hanya bermimpi," ucap Darsono merasa bersyukur yang barusan dia alami itu hanya mimpi saja.
Beberapa suster yang menyadari kalau Darsono hanya bermimpi langsung kembali ke ruang ICU.
"Sus, sebentar bagaimana kondisi ibu Ijah saat ini apakah sudah bisa dilihat?" Tanya Suroto menghentikan langkah salah satu suster yang hendak masuk ruangan.
"Ibu Ijah mungkin besok pagi baru bisa ditengok, kondisinya insyaallah saat ini baik'baik'saja masih dalam pantauan alat medis, banyak berdoa saja ya mas," jawab suster itu ramah.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
