Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 21 )

Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 21 )

Tagur hari ke 36

Udara pagi masih dingin, embun masih berdiam pada helaian dedaunan sebelum dihapus oleh sinar matahari pagi.Sejenak Suroto melepaskan nafas panjang mengingat apa yang terjadi dengan ibu tercintanya.

Setelah menunaikan salat subuh bersama kakaknya, Suroto kembali ke depan ruang ICU berharap segera ada panggilan masuk dari suster.

Ketika tengah asik berbincang dengan Darsono, Ratmi dan kedua orangtuanya datang dengan membawa sarapan untuk Darsono dan Suroto. Mereka langsung menyantap makanan yang disajikan Ratmi, ketika baru selesai sarapan tiba tiba ada suster yang setengah berlari menghampiri Darsono dan Suroto.

Wajahnya terlihat sedikit panik, dan langsung memerintahkan semua keluarga Bu Ijah masuk ke dalam ruang ICU. Darsono terkejut melihat kapanikan suster tersebut.

Tanpa menunggu lagi Darsono dan Suroto langsung berlari menuju ruang ICU. Setelah di ruangan ada beberapa dokter sedang memeriksa Bu Ijah.

Darsono dan Suroto sedikit tercengang melihat kondisi ibunya yang dipenuhi dengan selang di hidung dan mulutnya. Tidak tega melihat kondisi ibunya seperti ini, dan kondisinya masih belum sadar.

"Dok bagaimana ibu saya Dok, apa yang terjadi?" Tanya Darsono dengan wajah penuh kecemasan.

"Semalam kondisi pasien masih stabil tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi...," Ucap Dokter terputus

"Tapi kenapa Dok?" Tanya Darsono dan Suroto bersamaan

"Pagi ini kondisi pasien ngedrop, tensinya sangat rendah sekali. Sebaiknya banyak berdoa saja berikan doa yang terbaik untuk ibu Ijah," ucap Dokter sambil menepuk pundak kedua putra Bu Ijah.

"Pasca operasi sepertinya kondisi pasien tidak bisa normal kembali walaupun sudah dioperasi, benturan keras itu dampaknya sangat vital sekali untuk perkembangan otak ibu Ijah kedepannya," ucap Dokter berusaha menjelaskan kondisi yang sebenarnya.

"Silahkan dampingi ibumu, kami sudah berupaya semaksimal mungkin selebihnya kira kita pasrahkan kepada Allah SWT," lanjut Dokter

Ucapan terakhir Dokter itu membuat badan kedua putra Bik Ijah lemah lunglai, perlahan lahan Suroto dan Darsono mendekati ibunya sambil duduk di kursi samping tempat tidur ibunya.

Darsono menangis sesenggukan sambil menciumi tangan ibunya dan Suroto membisikkan sesuatu di telinga ibunya.

"Ibu ini kami Suroto dan Darsono anakmu datang, ibu lekas sembuh ya, kami masih sangat membutuhkan kehadiran ibu," ucap Suroto sambil bersimbah air mata.

"Ibu banyak banyak menyebut asma Allah dalam hati ya Bu, kami di sini mendampingi ibu," lanjut Suroto sambil mencium kening ibunya.

Suroto tidak kuasa melihat kondisi ibunya seperti ini. Tiba-tiba tangan Bik Ijah bergerak-gerak dan memegang tangan Darsono, Suroto ikut menggenggam tangan ibunya, Suroto dan Darsono saling berpandangan merasa ada sedikit harapan.

"Ibu ini Darso Bu, maafkan atas semua kesalahan Darso selama ini, Darso berjanji akan menjalankan semua keinginan ibu selama ini, ucap Darsono sambil mencium tangan ibunya, tangan Bik Ijah basah oleh air mata Darsono.

Karjo dan isterinya melihat kondisi Mbakyunya langsung mendekati kedua keponakannya. Tiba-tiba layar monitor berbunyi tiiiiiiiiitttt garis lurus terlihat di layar monitor. Tangan Bik Ijah yang semula memegang kedua tangan putranya kini mulai melemah.

Semua panik Karjo langsung memanggil Dokter untuk mengecek Mbakyunya. Ketika Dokter memeriksa kondisi Bik Ijah Dokter melepaskan nafas panjang dan melihat ke arah keluarga Bik Ijah.

"Innalilahi wainnailaihi Raji'iun, ibu Ijah sudah pergi untuk selamanya," ucap Dokter.

"Ibuuuu, jangan tinggalkan anakmu ibu, teriakan histeris kedua putranya Bik Ijah membuat ruangan ICU berubah dengan suasana duka penuh dengan Isak tangis keluarga Bik Ijah.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post