Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 22 )

Pesan Terakhir Bik Ijah ( Episode ke 22 )

Tagur hari ke 37

Suasana duka masih menyelimuti ruangan ICU, Ratmi yang sedari tadi histeris melihat Budenya sudah terbujur kaku, tak kuasa menahan rasa kesedihan ditinggalkan oleh Bude tercintanya yang selama ini dekat dengan Ratmi.

"Budeeeeee kenapa Bude pergi meninggalkan Ratmi," tangisan Ratmi pecah sambil memeluk jasad Budenya yang sudah ditutup dengan kain putih panjang.

Semua peralatan yang menempel di tubuh Bik Ijah satu persatu dilepaskan oleh suster. Dengan cekatan mereka membersihkan tubuh Bik Ijah. Setelah beres semua selang yang menempel di wajah Bik Ijah terlepas barulah tubuhnya ditutupi oleh kain putih yang panjang.

Karjo memerintahkan Suroto untuk pulang terlebih dahulu supaya membereskan rumah, agar para pelayat datang kondisi rumah sudah siap.

Suroto pulang dengan ibu Leknya, dan Ratmi setelah sampai rumah, rupanya para tetangga sudah berdatangan siap membantu Suroto membereskan rumah duka.

Sementara Darsono dan Karjo, mulai mengecek ke bagian administrasi yang ternyata benar semua biaya sudah dibereskan oleh pemilik mobil angkot yang naas yang membawa Bik Ijah itu.

Setelah semua selesai jenazah dinaikkan ke dalam mobil ambulan. Karjo duduk di depan bersama sopir ambulan, sedangkan Darsono lebih memilih duduk di belakang bersama almarhumah ibunya.

Selama perjalanan menuju ke rumah, Darsono terus saja menangisi kepergian ibunya, penyesalannya tiada arti, dia tidak bisa menebus kesalahannya selama ibunya masih hidup.

Dalam hatinya Darsono berjanji akan melakukan perintah ibunya yang ada di dalam mimpinya. Karena dia yakin mimpi itu merupakan pesan terakhir ibunya untuk dirinya.

Sesampainya di rumah, suasana duka terlihat sekali ketika menyambut jenazah Bik Ijah diturunkan dari mobil ambulan. Isak tangis para tetangga, kerabat dan famili Bik Ijah menghiasi rumah duka. Para pelanggan setia Bik Ijah juga merasa sangat kehilangan sosok penjual sayur yang sangat ramah dan dermawan.

Setelah penguburan selesai, satu persatu para pengantar jenazah Bik Ijah pulang, tinggallah kedua putranya, Ratmi, Karjo dan isterinya yang masih berdiam diri di area pemakaman.

Darsono masih terlihat terpukul atas kepergian ibunya, terlebih Ratmi tidak berhenti menangis. Ibunya berusaha menenangkan putrinya.

Sementara Darsono masih duduk bersimpuh di depan pusara ibunya, dua terus menciumi nisan ibunya. Penyesalan yang datang terlambat membuatnya merasakan merasa berdosa yang teramat dalam kepada ibunya. Suroto berusaha menghibur kakanya dan membesarkan hati Darsono.

"Sudahlah Mas, ibu sudah pergi dengan tenang, insyaallah ibu bisa melihat penyesalan atas kesalahan Mas No pada ibu selama ini,"

"Terlebih kalau Mas No mau berubah dan melakukan apa yang ibu inginkan selama ini. Ibu pasti akan bahagia melihat perubahan Mas No dari alam sana," ucap Suroto berusaha membesarkan hati kakanya.

"Hayuk kita pulang Mas, hari sudah sore, kita doakan ibu dari rumah, karena hanya kiriman doa dari anak soleh yang ibu harapkan saat ini," lanjut Suroto sambil memapah Darsono berjalan.

Darsono betul-betul seperti kehilangan tenaga untuk berjalan saja tidak mampu. Dengan dibantu oleh Karjo Darsono di apit jalannya dipapah hingga sampai rumah.

Setelah mendapat tujuh hari meninggalnya Bik Ijah, Ratmi baru ingat akan amanah yang diberikan kepadanya sebuah kotak kayu yang tertutup rapat, Ratmi sendiri belum berani membuka kotak kayu tersebut.

"Ayah, sebetulnya Bude menitipkan sesuatu kepada Ratmi, waktu itu Bude berpesan kotak kayu ini dibuka pada saat yang tepat," ucap Ratmi sambil memberikan kotak kayu tersebut kepada ayahnya.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post