Jamilah Episode ke 15
Tagur hari ke 61
Rio yang sedang berada di dalam kamar bersama teman temannya yang lain, terkejut mendengar suara piring jatuh. Dia langsung teringat Jamilah. Rio langsung berlari menuju dapur, didapatinya Jamilah sedang berdiri terkesima melihat pecahan beling berserakan di lantai dapur.
Rio segera membersihkan pecahan beling tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Setelah selesai Jamilah keluar dari dapur dengan perasaan masih tidak menentu. Melihat kejadian aneh itu para mahasiswa yang berada di dalam vila itu sedikit merinding setelah mendengar cerita Jamilah.
Malamnya mereka tidur sore, mereka berharap tidak ada gangguan aneh malam ini. Tengah malam Dara membangunkan Jamilah minta ditemani ke kamar mandi. Padahal kamar mandinya ada di dalam kamar. Sambil merasakan ngantuk Jamilah bangun dan ikut ke dalam kamar mandi menemani Dara.
Tapi Dara meminta Jamilah menemani hanya sampai pintu kamar mandi saja, karena mau buang air besar. Jamilah mulai sedikit terjaga dari perasaan ngantuknya. Tiba tiba matanya melihat Dara sedang tertidur lelap di tempat tidur bersama dengan teman yang lainnya. Jamilah jadi terkejut.
"Loh, itu yang sedang tidur siapa, terus yang ada di kamar mandi siapa dong?" Jamilah bertanya kepada diri sendiri.
Belum hilang rasa heran Jamilah, tiba-tiba terdengar suara jeritan Dara dari dalam kamar mandi.
"Milaaaaaaa," teriakan Dara kencang sekali memanggil Jamilah.
Teriakkan Dara membuat semua yang sedang tertidur pulas terbangun dan terkejut, dan bertanya kepada Jamilah ada apa.
"Kenapa Mil, siapa itu yang menjerit memanggil nama kamu Mil?" Tanya Yuni sambil menghampiri Jamilah yang masih terlihat bingung.Terdengar lagi suara jeritan Dara dari dalam kamar mandi.
"Tolong aku, buka pintunya" teriak Dara
Jamilah dan Yuni berusaha membuka pintu kamar mandi, tapi karena terkunci dari dalam, pintu tidak dapat dibuka.
"Dara, buka pintunya, kami tidak bisa membuka pintu, karena terkunci dari dalam," teriak Yuni.
Semua yang ada di dalam kamar panik, dan berusaha mendobrak pintu kamar mandi, tidak lama pintu seperti terbuka dan Dara muncul dengan wajah pucat karena ketakutan, dan tangannya penuh dilumuri dengan noda merah seperti darah. Semua ketakutan dan menjerit-jerit melihat kondisi Dara.
Akhirnya suara gaduh yang terdengar dari dalam kamar wanita terdengar juga oleh panitia yang berada di dalam vila ini. Rio dan panitia lainnya lari berhamburan menuju kamar Jamilah. Setelah membuka pintu kamar Rio dan teman lainnya merasa terkejut melihat kondisi Dara penuh dengan lumuran darah.
Kemudian tiba-tiba Jamilah teringat pada sosok Dara yang tadi tertidur pulas di atas tempat tidur, ternyata sudah tidak ada. Entah kemana perginya, dan siapa dia sebenarnya. Dia merasa heran kenapa peristiwa mistis ini selalu menghantuinya di manapun dia berada.
Bersambung.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
