Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jamilah ( Episode ke 16 )

Jamilah ( Episode ke 16 )

Tagur hari ke 64

Susana malam di dalam kamar masih tegang dan sangat mencekam, Dara masih diam terpaku tidak bicara satu katapun. Pandangan matanya kosong, kedua tangannya masih dilumuri dengan darah.

Pelan-pelan Rio mendekati Dara, sambil mulutnya komat kamit merapalkan doa, Rio juga memerintahkan kepada yang ada di dalam kamar untuk membacakan beberapa surat pendek, untuk menghilangkan pengaruh jahat yang sedang merasuki tubuh Dara.

Beberapa saat kemudian, tubuh Dara lemas dan hampir terjatuh kalau tidak ditangkap oleh Rio, kemudian Rio memerintahkan temannya untuk mengambil air di ember untuk membersihkan noda darah yang menempel di tangan Dara. Setelah tangan Dara bersih, kemudian ditidurkan di tempat tidur, dan dibiarkan Dara untuk istirahat.

"Biarkan Dara istirahat dulu, dia masih kondisi belum sadarkan diri, nanti kalau Dara sudah sadar panggil saya ya, kami berjaga di ruang tamu untuk malam ini," ucap Rio sambil mengajak teman temannya.

"Ka, kapan kita pulang supaya bisa keluar dari vila ini, Ka," tanya Jamilah ketika berada di ruang tamu.

"Acara baru akan berjalan besok pagi, kemungkinan baru pulang besok paginya. Karena besok malam akan ada acara malam keakraban," jawab Rio.

"Mila merasa tidak nyaman berada di vila ini Ka, aura negatifnya terasa sekali," ucap Jamilah.

Belum sempat Rio, mengomentari ucapan Jamilah, terdengar suara Dara menjerit keras sekali, sehingga teman teman yang ada di dalam kamar berhamburan keluar menemui Rio. Rio langsung masuk kamar dan mendapati Dara sedang duduk di atas tempat tidur.

"Mila, saya takut Mil," ucap Dara.

Jamilah langsung mendekati Dara dan memeluk sahabatnya itu, berusaha menenangkan dan menghiburnya. Kemudian pelan-pelan Jamilah menanyakan apa yang sudah terjadi sewaktu di kamar mandi.

"Tadi pas saya baru selesai bab, saya ingin cuci tangan di was tafel pas mutar keran air yang keluar darah kental dan langsung menempel di tangan saya Mil," cerita Dara sambil terisak masih merasakan ketakutan.

"Kemudian seperti ada yang memegang kaki saya, terasa dingin sekali tangan yang memegang kaki saya itu Mil, tapi tidak ada wujudnya," lanjut Dara sambil mengeratkan pelukannya pada Jamilah.

Semua penghuni kamar setelah mendengar cerita Dara, dibuat merinding mereka saling mendekat dan merapatkan badannya merasa ketakutan membayangkan apa yang dialami oleh Dara.

Rio menyarankan untuk mengaji bersama-sama di dalam kamar ini, membaca surat Yasin, dengan harapan makhluk penghuni vila ini pergi dan tidak menggangu teman-temannya.

Baru saja Rio memerintahkan untuk membaca surat Yasin bersama, tiba-tiba angin kencang datang membuat pintu kamar yang tadinya terbuka. Jadi tertutup seperti ada yang membanting pintu kamar hingga menutup sendiri.

Bersambung.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post