Jamilah ( Episode ke 18 )
Tagur hari ke 66
Jamilah terus terperosok ke dalam jurang, hingga jatuh tidak sadarkan diri, sementara Rio dan rombongan belum menyadari kalau ada salah satu peserta ada yang terpisah.
Pada saat Rio kembali ke barisan di mana Jamilah berjalan dengan teman temannya, Rio mulai mencari cari sosok Jamilah, tapi tidak ditemukan gadis pujaan hatinya itu.
Lalu dia mulai bertanya kepada beberapa temannya, tapi jawaban mereka sama semua tidak melihat Jamilah. Sementara kondisi jamilah yang berada di dasar jurang sudah mulai sadar dan merasakan badannya sakit semua.
Jamilah mulai melihat kondisi sekelilingnya. Dia belum menyadari sepenuhnya apa yang sudah terjadi dengan dirinya. Setelah kesadarannya mulai penuh, dia teringat kalau dia tadi terjatuh setelah melihat kupu-kupu di tepi jurang.
Jamilah mulai panik, kondisi jurang gelap sekali dia merasa seperti berada di dalam tempat yang sangat asing, tapi dia melihat ada pohon tua yang berdiri kokoh di tepi jurang dan di bawahnya ada sungai.
Samar-samar Jamilah seperti melihat seorang wanita yang sedang berdiri dengan memegang balon berwarna hitam dengan tali yang berbentuk rantai besi.
Sedangkan gaun yang dikenakannya juga berwarna hitam. Rambutnya sedikit panjang terurai, posisi membelakangi Jamilah. Tiba tiba wanita itu berbicara dan bertanya kepada Jamilah.
"Kenapa kamu bisa berada di sini, ini bukan tempat kamu, kembalilah bersama teman teman kamu, mereka sudah mulai mencari keberadaan kamu saat ini," ucap wanita yang membawa balon hitam itu dengan posisi masih membelakangi Jamilah.
Sementara Rio semakin panik dan meminta semua rombongan berhenti sejenak untuk membantu mencari keberadaan Jamilah.
Mas Agung selaku ketua panitia mengerahkan para peserta yang laki-laki untuk berpencar mencari Jamilah. Sementara yang peserta wanita mulai berteriak-teriak memanggil nama Jamilah.
"Jamilah, Jamilah...di mana kamu, Jamilah.. Jamilah...," Teriakan itu samar samar sampai di telinga Jamilah.
Tiba-tiba Jamilah tubuhnya seperti terhempas dan kembali ke tempat di mana dia mencium aroma wangi bunga dan kupu-kupu cantik itu.
Tubuhnya tidak bisa digerakkan kakinya seperti terkilir dan tubuhnya terasa sakit semua. Tidak lama Dodi yang sedang mencari keberadaan Jamilah melihat Jamilah sedang terkapar tidak berdaya.
"Teman-teman lihat ini, saya menemukan Jamilah, kemari segera sepertinya dia terluka," teriak Dodi.
Semua yang sedang berpencar mencari Jamilah setelah mendengar teriakkan Dodi segera menuju sumber suara, Rio langsung melihat kondisi Jamilah yang sedang tidak berdaya.
Sepertinya dia segera butuh pertolongan karena melihat kakinya terluka. Dara langsung cepat tanggap mengeluarkan persediaan obat-obatan yang di bawanya.
Mas Agung selaku ketua panitia memutuskan untuk Jamilah tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan, dia mengintruksikan Rio dan Dara segera membawa Jamilah kembali ke vila, untuk beristirahat. Sedangkan rombongan yang lain tetap melanjutkan perjalanan.
Sesampainya Jamilah di vila, Rio memerintahkan Dara untuk membawa Jamilah ke kamar, tapi Jamilah menolak dia tidak ingin istirahat di dalam kamar, tapi di ruang tamu saja, mengingat kejadian semalam dia malas untuk masuk kamar.
Kemudian Rio menuju teras vila, dia duduk dan merasa sedikit lelah dan mengantuk karena kurang tidur semalam. Tanpa disadari Rio tertidur di kursi teras dan tidak menyadari ada seseorang yang sedang mengamatinya dari kejauhan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
