Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jamilah ( Episode ke 20 )

Jamilah ( Episode ke 20 )

Tagur hari ke 70

Ditengah kebingungan Dara melihat perubahan Rio menjadi mas Agung membuat kepalanya menjadi pusing. Ini sebenarnya siapa yang salah lihat.

Dara berusaha tidak memikirkan masalah aneh barusan. Dia tidak ingin menceritakan tentang kejadian tadi kepada siapapun. Biar dirinya saja yang mengalami hal aneh ini.

Tidak lama semua rombongan sudah berdatangan, dan langsung menuju ruang makan untuk menikmati makan siang. Sementara Jamilah sudah agak membaik, tinggal kakinya yang masih luka dan sudah dibalut dengan perban.

Rio mengantarkan makan siang untuk jamilah dan Dara karena Jamilah kakinya belum bisa masuk dibawa jalan. Malam harinya acara malam keakraban akan segera dimulai, Rio bersama Toni membantu mas agung menyiapkan segala sesuatunya

Sekitar 30 menit kemudian, Mas Agung berjalan ke depan,. Rio yang melihat Mas Agung agak kesusahan membawa peralatan untuk acara malam keakraban, Rio berdiri, dan menawarkan bantuan kepada mas Agung.

“Mas Agung, saya bantuin, ya. biar cepat.” ucap Rio berusaha menawarkan diri

Setelah Rio berkata seperti itu, Mas Agung berhenti lalu menatap Rio. Toni yang sedari tadi ikut membantu memperhatikan gerak gerik Mas Agung, terutama pandangan matanya yang memandang tajam ke arah Rio.

Tiba-tiba gawai Toni berdering, setelah dilihat matanya terbelalak, karena yang menelpon itu ternyata Mas Agung, dengan sedikit was-was dia mengangkat telepon dan terdengar suara Mas Agung dari sebrang.

"Ton, tolong bereskan semua perlengkapan untuk acara malam ini ya, sebentar lagi saya menyusul ke situ," ucap Mas Agung

Deg, degup jantung Toni berdegup kencang setelah menerima telepon dari Mas Agung, lalu siapa yang sedang bersama Rio itu.

Toni bingung bagaimana cara memanggil Rio supaya menghampiri dia. Toni akan menyampaikan siapa yang sedang bersama dengan Rio.

Kemudian Toni berpura pura menjatuhkan benda ke lantai, supaya menarik perhatian Rio, dan berhasil Rio menghampiri Toni.

Setelah jarak Rio sudah dekat, Toni langsung menarik tangan Rio dan berbisik. Toni berkata seperti itu dengan panik, setelah mendengar penjelasan dari Toni.

Rio Reflek, menengok ke arah Mas Agung, kemudian Toni dan Rio saling pandang. Tangan kirinya menunjuk ke sisi kiri bangunan.

“Itu Mas Agung barusan menelpon saya lalu itu siapa ya Rio” kata Toni lirih.

Ketika Rio menoleh ke sisi kanan lagi, Mas Agung sudah tidak ada. Rio beranjak dan bergeser ke kiri supaya mendapatkan sudut pandang yang lebih jelas. Ketika dia melakukannya, “Mas agung” di sebelah kiri juga menghilang.

Mereka berdua menghambur ke dalam bangunan, baru sampai di bawah pintu, mereka melihat Mas Agung di dekat pintu, tempat rak sepatu berada.

Dia sibuk mengenakan sepatu. Katanya, dia mau membereskan peralatan untuk persiapan acara malam ini dulu. Rio dan Toni hanya mengangguk lalu masuk ke tengah bangunan.

Mereka berdua bingung mau mulai dari mana untuk bercerita. Kebingungan itu tidak bertahan lama karena kejanggalan kembali terjadi yang membuat mereka tambah merinding.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post