Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjalanan Kehidupan Karierku ( Bagian 2 )

Perjalanan Kehidupan Karierku ( Bagian 2 )

Tagur hari ke 78

Setelah saya mendengarkan semua yang diucapkan oleh Abah saya, rupanya Abah menginginkan saya untuk membantu mengajar di sekolah ini. Karena waktu itu kondisi guru masih sangat kurang sekali.

Oleh Waka kurikulum Bapak Drs.. Wowo Suharyono diminta untuk mengajar mata pelajaran sejarah. Yang memang dulu belum ada pelajaran IPS terpadu. Saya tidak berani untuk langsung mengambil keputusan atau menjawab langsung.

Saya meminta untuk memikirkannya terlebih dahulu di rumah, saya akan pertimbangkan baik buruknya dahulu. Setelah sampai rumah ketika Abah sedang duduk santai menikmati seduhan roti gabin kesukaan Abah.

Saya coba dekati Abah, baru saja duduk mendekatinya, Abah langsung membahas tentang pembicaraan tadi di sekolah. Abah mengatakan supaya saya menerima tawaran dari Waka kurikulum tersebut .

Kalau Abah sudah berkata demikian itu artinya saya tidak bisa menolak tawaran Abah supaya saya mau mengajar di sekolah Abah. Abah juga mengatakan menjadi guru itu mudah yang penting banyak membaca dan mau belajar lagi.

Beliau juga mengatakan guru itu kebalikan dari murid, guru mau mengajar itu membaca dulu materi yang mau disampaikan di kelas. Sebaliknya kalau murid itu menerima dan membaca apa yang sudah guru sampaikan kepada muridnya.

Insyaallah kalau guru mau belajar dan banyak membaca akan dengan mudah menyampaikan materi kepada siswa. Yang penting seorang guru harus menguasai materi yang akan disampaikan kepada muridnya di kelas. Ucapan Abah ini selalu saya tanamkan dalam diri saya hingga saat ini.

Walaupun awalnya saya ragu apa saya mampu menjadi guru, apa saya mampu mengajar dan menghadapi siswa di kelas dengan berbagai karakter siswa yang pastinya beragam. Terlebih melihat latar belakang pendidikan saya yang bukan dari jurusan pendidikan.

Tapi karena memang di sekolah Abah sangat kekurangan tenaga pengajar dan guru-guru di MTs N Ciwandan juga mendukung saya untuk menjadi guru. Akhirnya bismillah hari pertama saya mulai mengajar mata pelajaran sejarah di kelas satu.

Dulu masih belum ada pergantian nama tingkatan kelas, masih kelas 1, 2 dan kelas 3. Kalau sekarang kelas 7, 8 dan kelas 9. Dengan perasaan sedikit nerveus saya memasuki kelas saya mencoba mencairkan suasana hati saya supaya tidak terlihat nerveus.

Dengan berbekal buku absensi siswa sebelum belajar saya mengawali pertemuan dengan mencoba memperkenalkan diri dulu kepada murid di kelas, selanjutnya saya mengabsen siswa sambil ingin mengenal lebih dekat nama dan wajah siswa di kelas.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post