Perjalanan Kehidupan Karierku, Bagian 5
Tagur hari ke 82
Setelah lima bulan kami berpacaran, akhirnya setelah keluarga Mas Karim datang melamar saya ke rumah, setelah disepakati oleh kedua keluarga dua bulan kemudian kami melangsungkan resepsi pernikahan tepatnya 27 Maret 2000.
Jadi kami tidak sampai satu tahun dari perkenalan hingga menikah hanya delapan bulan. Alhamdulillah begitulah jodoh tidak ada yang tahu kapan jodoh kita akan datang. Karena jodoh, rizki dan mati semua rahasia Allah SWT.
Setelah menikah saya tinggal di rumah orang tua saya, karena saya hanya dua bersaudara, dan Kaka saya sudah tidak tinggal lagi dengan orang tua. Jadi sebelum menikah saya sudah di wanti-wanti Abah dan ibu untuk tetap tinggal di rumah kalau nanti sudah menikah
Masih ditahun 2000 Abah sudah waktunya pensiun. Selama puluhan tahun Abah mengabdi sebagai ASN guru agama di kementerian agama Cilegon.
Masih ditahun yang sama tepatnya di bulan Ramadhan 22 Desember 2000 saya melahirkan anak yang pertama, saya beri nama M. Arfan Ramadhan. Abah terlihat bahagia menyambut kelahiran cucu keduanya, terlebih cucu yang kedua laki-laki jenis kelaminnya.
Pada tahun 2005 MTs N Ciwandan kedatangan 10 guru ASN, dengan kedatangan mereka kami para tenaga honorer merasa resah dan gelisah. Khawatir diantara kami ada yang di eliminasi dari sekolah ini.
Ternyata kekhawatiran kami terbukti, setelah satu bulan kedatangan 10 guru ASN, beberapa guru honorer dengan berat hati di rumahkan. Saya sempat putus asa waktu itu, walaupun saya bukan di antara yang di rumahkan.
Tapi itu sangat berimbas pada honor saya setiap bulannya. Saya yang sudah lama mengabdi di sekolah ini, bukannya tambah meningkat honornya. Tapi malah turun.
Merasa sedih kehilangan beberapa teman guru honorer yang biasa kita sering bercanda. Saya juga harus merasakan kesedihan karena honor saya menurun. Setelah di rumah saya bercerita tentang kondisi MTs N Ciwandan dan honor saya kepada Abah di rumah.
Abah malah tetap menyemangati dan memotivasi saya untuk tetap bertahan dan mengabdi di MTs N Ciwandan. Abah waktu itu mengatakan.
"Berapapun honor yang diterima, terima dengan ikhlas, insyaallah semua tenaga honorer suatu saat akan diangkat menjadi PNS" itu yang Abah katakan waktu itu.
Nasihatnya membuat saya sedikit termotivasi, walaupun ucapan Abah waktu itu saya anggap mustahil saya bisa menjadi PNS. Apalagi saya pendidikannya bukan S1 dan bukan jurusan keguruan.
Pernah waktu itu Waka kurikulum menyarankan agar saya melanjutkan kuliah S1. Tapi waktu itu saya jawab nanti saja melanjutkan S1 nya kalau saya sudah menjadi PNS.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
