Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjalanan Kehidupan Karierku, Bagian 6

Perjalanan Kehidupan Karierku, Bagian 6

Tagur hari ke 83

Beberapa bulan setelah kepergian beberapa sahabat guru honorer yang terkena eliminasi, kesedihan saya bertambah setelah kepergian Abah yang begitu mendadak. Abah terserang penyakit lambung akut, waktu itu Abah muntah darah hebat sampai keluar lempengan darah kental keluar dari mulutnya.

Hanya beberapa hari dirawat di RSUD Serang nyawa Abah tidak bisa tertolong, waktu itu saya sangat terpuruk. Tidak bisa menerima kenyataan kalau Abah sudah pergi untuk selamanya.

Saya selama ini merasa lebih dekat dengannya, setiap ada permasalahan saya selalu membicarakan tentang kondisi sekolah kepada Abah. Mas Karim selalu berusaha menghibur dan menyemangati saya supaya saya ikhlas menerima kepergian Abah.

Setelah kepergian Abah saya kurang begitu bersemangat dalam menjalani tugas saya sebagai guru honorer. Terlebih setelah beberapa sahabat terdekat saya sesama guru honorer, yang menjadi korban eliminasi karena kedatangan 10 guru ASN.

Keseharian saya dibulan-bulan pertama merasa tidak bersemangat dalam menjalani tugas sebagai guru honorer. Saya betul-betul merasa kehilangan mereka.

Saya kehilangan ibu Leni sahabat yang paling dekat dengan saya selama ini, Ibu Leni akhirnya mengajar di sekolah SMP swasta waktu itu.

Ada juga yang mengajar di SD, tapi ada juga yang tidak mengajar lagi karena susah mencari sekolah untuk guru honorer itu. Setiap jam istirahat ketika sedang berada di dalam ruang guru, saya sering merasakan minder berada di tengah-tengah mereka guru-guru ASN yang baru.

Tapi saya tetap berusaha beradaptasi dengan mereka, perlahan lahan saya mulai mengenal mereka, sampai suatu ketika. Pada tahun 2007 di saat saya sedang mengawas ujian akhir semester di dalam kelas.

Saya mendapatkan telpon dari Bapak Kurnia, bagian kepegawaian kantor kementerian agama Cilegon. Waktu itu Pak Kurnia meminta saya dan teman saya Bu Eva untuk datang ke kantor.

Beliau mengatakan harus datang hari ini juga ke Kantor Kementerian agama Cilegon. Ada apa gerangan kenapa saya dan Bu Eva di panggil Pak Kurnia.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post