Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 7
Tagur hari ke 84
Setelah selesai mengawas ujian semester, saya dan Bu Eva pergi ke kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, untuk menemui Pa Kurnia, kondisi saya waktu itu sedang hamil besar anak yang ke dua. Sesampainya di kantor Kemenag saya dan Bu Eva langsung menghadap Pak Kurnia di ruang kepegawaian.
Setelah sedikit basa basi, pa Kurnia menyampaikan inti dari permasalahannya. Kata beliau saya dan Bu Eva disuruh ikut pemberkasan tenaga honorer. Katanya nama saya sudah masuk database untuk pengangkatan tenaga honorer, yang langsung diangkat menjadi CPNS tanpa tes lagi.
Kabar ini tentu sangat mambahagiakan diri saya, Bu Eva dan saya seperti tidak percaya mendengar berita gembira ini. Ternyata ucapan saya itu salah, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Kalau Allah sudah berkehendak sesuatu yang kita anggap tidak mungkin ternyata Allah membuat mungkin terjadi.
Saya jadi ingat kata-kata dan pesan dari almarhum Abah. “Walaupun honor yang diterima berkurang, tetap jalani saja. Insyaallah suatu saat semua tenaga honorer akan diangkat menjadi CPNS” Kata-kata inilah yang selalu menjadi motivasi saya untuk terus tetap mengabdi sebagai tenaga honorer, berapa pun honor yang saya terima.
Setelah Pak Kurnia menyerahkan beberapa lembar kertas persyaratan untuk pemberkasan saya dan Bu Eva pamit pulang, tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau atas informasi yang sangat membahagiakan ini. Rasanya sudah tidak sabar pingin cepat sampai rumah.
Untuk segera menyampaikan berita gembira ini kepada Ibu dan suami tentunya, selama perjalanan pulang saya megelus-elus perut saya yang mulai membesar, waktu itu usia kandungan saya sudah delapan bulan.
Sesampainya di rumah saya langsung menemui ibu saya, dan memeluk serta mencium tangan ibu sampai ibu heran melihat tingkah saya yang sedikit aneh. Ibu heran kenapa saya terlihat bahagia sekali. Mas Karim belum pulang kerja ketika saya sampai rumah. Lalu saya ceritakan semua yang terjadi hari ini dengan ibu.
Ibu sangat terharu sekali mendengar cerita saya. Ibu mengatakan"syukur alhamdulilah akhirnya doa ibu selama ini dikabulkan" saya masih ingat betul sebelumnya saya pernah ikut tes CPNS beberapa kali tapi alhamdulilah tidak pernah lolos hehehe.
Pernah waktu itu ketika saya ikut tes CPNS, saya duduk berdekatan dengan seorang bapak bapak, yang sepertinya dia itu penglihatannya kurang begitu jelas. Sehingga dia mengalami kesulitan dalam mengarsir setiap lembar jawaban seleksi CPNS. Karena saya iba melihat dia akhirnya saya bantu mengarsir lembar jawaban dia.
Dia sangat berterima kasih kepada saya karena sudah mau membantu dia, dan dia berjanji akan memberikan nomor tes seleksi CPNS saya kepada salah satu pejabat yang dia kenal entah siapa saya tidak faham.
Setelah satu bulan dari tes CPNS itu, saya harus menggiit jari ini lagi, harus ikhlas karena tidak lolos lagi mengikuti tes seleksi CPNS. Ketika melihat pengumuman dan membaca nama nama yang lolos seleksi CPNS.
Ternyata nama bapak yang saya bantu mengerjakan lembar jawaban seleksi CPNS itu ada namanya di antara yang lolos seleksi CPNS. Sedangkan nama saya tidak ada, duh rasanya saya sedih sekali saat itu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
