Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjalanan Kehidupan Karierku  Bagian ke 8

Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 8

Tagur hari ke 85

Setelah mendapatkan beberapa lembar persyaratan yang saya terima dari Pa Kurnia, saya dan Bu Eva mulai mengurus berkas-berkas yang harus dilengkapi untuk pemberkasan. Saya sempat bingung untuk mengajukan lamarannya saya melamar sebagai guru atau tenaga administrasi. Masalahnya saya walaupun 10 tahun mengajar di MTs N Ciwandan.

Ijazah saya bukan dari pendidikan dan tidak memiliki akta IV, khawatir kalau saya melamar untuk guru nanti ditolak berkasnya. Karena ijazahnya D3 Ekonomi, sempat bimbang awalnya akhirnya saya coba bicarakan dengan suami di rumah. Atas saran suami saya mengajukan lamarannya untuk tenaga administrasi saja biar aman.

Akhirnya saran dari suami saya jalani, semua SK dari awal saya mengajar selama 10 tahun saya kumpulkan, dengan kondisi perut yang semakin membesar saya bolak balik mengurus semua berkas dari membuat surat kelakuan baik, surat sehat, sampai memfoto copy semua berkas ke tempat foto copy.

Sambil mengelus-elus perut, terkadang saya ajak bicara bayi yang ada dalam perut saya,

"Yang pintar ya De, di dalam perutnya, semoga ini menjadi rizkinya kamu De, mamah bisa lolos jadi CPNS" itu yang saya katakan waktu itu.

Setelah berkas selesai disusun dengan rapih sesuai dengan persyaratan yang ada di lembar persyaratan. Saya dan Bu Eva kembali ke kantor Kementerian Agama Kota Cilegon mengantarkan berkas. Ketika Pa Kurnia membaca berkas lamaran saya beliau sedikit heran dan bertanya kenapa saya melamar untuk tenaga administrasi bukan guru.

Akhirnya saya jelaskan kondisi ijazah saya, dan beliau memahami dan mengatakan nanti kalau sudah jadi PNS, Kalau mau kembali menjadi guru, bisa asalkan kuliah S1 dan mengambil akta IV.Nanti bisa melakukan penyesuaian. Begitu kata Pa Kurnia waktu itu, dan saya merasa sedikit lega mendengar penjelasan beliau.

Berarti nanti ada harapan bisa kembali menjadi guru. Setelah selesai pemberkasan, saya disuruh menunggu kabar selanjutnya. Karena prosesnya akan lama, dari pengajuan berkas hingga penerbitan nomor NIP. Jadi saya dan Bu Eva disuruh sabar menunggu.

Dari Cilegon bukan hanya saya dan Bu Eva yang ikut pemberkasan pengangkatan tenaga honorer ini, ada sekitar 20 orang yang masuk database dan ikut pemberkasan.

Setelah hampir satu tahun lebih, kabar berita yang ditunggu belum juga terdengar. Sampai suatu ketika kami yang masuk database dan ikut pemberkasan tenaga honorer dikumpulkan di kantor kementerian agama Cilegon.

Ketika kami sudah berkumpul semuanya di aula kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, Bapak Kasubag TU dan Pa Kurnia, menjelaskan kepada kami bahwa diantara 20 nama yang melakukan pemberkasan ada satu orang yang sudah keluar SKnya.

Tapi Pa Kasubag tidak bisa menyebutkan namanya hari ini. Beliau mengatakan nanti orangnya akan dihubungi oleh Pa Kurnia dan menerima SK nya pada saat upacara hari Senin di halaman kantor Kementerian Agama Kota Cilegon.

Kami semua setelah mendengar penjelasan Bapak Kasubag, saling berpandangan dan saling berbisik siapa kira-kira orang yang berbahagia diantara kami ini. Siapa kira-kira yang akan mendapatkan telpon dari Pa Kurnia.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post