Suamiku Engkaulah Pujaan Hatiku
Tagur hari ke 86
Hari ini merupakan hari yang paling istimewa untuk pernikahan kita yang ke 22 tahun, usia pernikahan yang tidaklah pendek, selama 22 tahun kita mengarungi biduk rumah tangga yang selalu terjalin dengan harmonis.
Kita selalu mengedepankan saling pengertian, saling menghormati, saling melengkapi, saling menghargai, saling mendukung satu sama lain, dan saling take and give.
Dikesempatan kali ini spesial saya ingin menuliskan ungkapan perasaanku yang paling dalam teruntuk suamiku tercinta.
Suamiku, kamu adalah satu-satunya orang yang mengerti aku pada level yang begitu dalam yang belum pernah saya alami sebelumnya. Perasaan ini begitu memukau ketika kamu berada bersamaku
Sayangku, terima kasih telah menerima ketidaksempurnaan dalam diriku dan mencintaiku apa adanya. Aku sangat senang memilikimu dalam hidupku.
Suamiku, menggenggam tanganmu disaat aku tidur, membuat diriku ini nyaman dan tenang berada di dekatmu hingga pagi datang.
“Bangun tidur di sebelahmu setiap pagi dan melihat senyummu yang menerangi hatiku adalah sesuatu yang membahagiakan diriku.
“Suamiku, terima kasih karena selalu ada di sampingku. Terima kasih karena kamu juga mengizinkan aku selalu ada di masa susah dan senang hidupmu. Teruslah kita seperti ini sampai tua.
Suamiku, Aku akan menghabiskan seumur hidupku untuk menunjukkan kepadamu apa arti cinta sebenarnya. Aku akan mendukung dan menghargaimu.
Suamiku, kita adalah dua orang yang sangat berbeda, masing-masing dengan hati, pikiran, dan jiwanya sendiri. Namun, ada satu persamaan dari kita berdua. Kita sama-sama yakin bahwa ingin selalu bersama.”
Suamiku diusia pernikahan kita yang ke 22 ini, percakapan kita di WhatsApp masih seperti anak muda, yang masih selalu menyapa dengan mengawali kata "yang"
"Yang pulang jam berapa", "yang Jemput jam berapa" "yang lagi ada di mana" Semoga kemesraan kita ini terus terjalin dan terjaga hingga dihari tua nanti.
Suamiku, Aku jatuh cinta padamu bukan hanya karena siapa dirimu, namun karena perasaanku tentang diriku sendiri setiap aku bersamamu. Aku jatuh cinta padamu karena caramu mewujudkan mimpimu, begitu juga caramu mendorongku untuk mewujudkan mimpiku.
“Suamiku, terima kasih karena sudah bekerja keras untuk keluarga kita. Terima kasih sudah menjadi orang tua yang pengertian untuk anak anak kita, dan menjadi suami yang selalu siaga. Aku mencintaimu dengan segenap hatiku.
“Bersamamu, aku bisa menemukan kegembiraan dalam hal-hal kecil. Aku tertawa lebih keras dan merasa bahagia karena lebih dicintai.
"Berada di sampingmu selama 22 tahun membuatku menyadari betapa aku ingin menghabiskan keabadian dengan mencintai kamu sepenuh hati.
Semua hal yang telah aku capai dalam hidup tidak ada artinya jika kamu tidak bersamaku. Aku ingin memberitahumu bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu. Aku ingin merayakan hingga akhir hayatku.
Suamiku, sayangku aku ucapkan selamat ulang tahun pernikahan yang ke 22 tahun, semoga keluarga kecil kita selalu diberikan kesehatan, keberkahan dan rizki yang lancar, serta selalu diberikan kebahagiaan yang hakiki.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
