Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hati-hati Dalam Menerima Paket COD
Sumber foto dari advotics.com

Hati-hati Dalam Menerima Paket COD

Tagur hari ke 95

Dizaman serba sulit seperti ini, banyak sekali kejahatan merajalela. Modusnya bermacam-macam, seperti hari ini saya melihat curhatan di grup ibu-ibu RT tentang salah satu anaknya yang masih berusia 13 tahun menerima paketan COD dari kurir.

Karena anaknya kebetulan lagi sendirian di rumah, orang tuanya sedang berada di luar. Ketika ada kurir datang membawa paket, kurir itu mengatakan paketnya COD dan uang yang harus dibayarkan sejumlah 120.000.

Karena anak kecil itu dikiranya itu paket pesanan ibunya, dan kebetulan dia punya uang simpanan di rumah. Akhirnya tanpa menelpon ibunya lagi diambilnya paket COD itu dan tanpa curiga uangnya diberikan langsung kepada kurir.

Setelah ibunya pulang, anaknya langsung memberikan paket COD itu kepada ibunya. Ibunya bingung menerima paket tersebut, karena dia tidak merasa memesan sesuatu. Karena penasaran dilihat nama sipenerima paket yang tertera di kertas.

Ternyata setelah dibuka ternyata benar nama dirinya, tapi dia benar-benar merasa tidak memesan barang. Akhirnya dia berinisiatif menanyakan kepada grup RT mungkin kurir itu salah alamat.

"Assalamu'alaikum, maaf mau tanya yg rumahnya nomor 74 siapa yah ada paketan, cuma make alamat dan nama saya tapi untuk nomor rumah bukan nomor rumah saya, di paket ini tertera nomor 090.

Kalau di alamat nomor 74 terus anehnya saya ga ngerasa order barang ini. Sepertinya sendal isinya, udah gitu COD lagi, mau ga mau harus saya bayarin.

Untuk yang ngerasa punya nomor hp **(censored)**, mohon d ambil barang nya di rumah dan mohon uang COD soalnya tadi anak saya yang bayarin kasian kurir nya bingung, tambah lagi saya juga bingung orang ga ngerasa order sendal🤭"

Setelah membaca pesan tersebut semua Ibu-ibu yang ada di grup RT banyak yang komentar, dan tidak merasa memesan barang sendal kesehatan. Ditunggu sampai beberapa hari tidak ada yang mengambil paketan tersebut.

Rupanya setelah membaca komentar dari ibu-ibu yang ada di WAG RT, ternyata banyak yang mengalami hal yang sama. Ada yang menyarankan kalau baru nerima paket, pas kertas alamat rumah harus langsung di sobek atau digunting biar tidak terbaca pada saat dibuang ke tempat sampah.

Karena pasti ada saja yang memanfaatkan alamat rumah kita yang masih terbaca dengan jelas walaupun sudah ada di tong sampah. Ada benarnya juga omongan ibu-ibu itu.

Jadi kita harus lebih waspada dan berhati-hati dalam menerima paket, kalau sekiranya ada yang janggal dan tidak pas sebaiknya jangan diterima di cancel saja. Semoga pengalaman yang saya tuliskan ini bermanfaat untuk semua yang membaca tulisan saya ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post