Pandai-pandailah dalam Memilih Teman
Tagur hari ke 109
Setelah saya membaca tulisannya Sasa Drafika, saya jadi terinpirasi dengan tulisannya yang luar biasa syarat dengan makna. Jadi hari ini ijinkan saya mengutip tulisan beliau di blog saya semoga bermanfaat bagi para pembaca, yuk disimak tulisannya.
"Terkadang, menjauh dari seseorang bukan sebab ingin memutus tali silaturahmi. Tapi ingin memutus perselisihan, perdebatan, kesalah-pahaman dan rasa tidak nyaman di hati.
Jika seseorang sudah menyakiti, dengan sikap dan kata-kata, jangankan untuk menyapa, memandang wajahnya pun malas rasanya, dan itu bukan benci. Tapi hanya menjaga hati dan perasaan
Orang yang biasa merendahkan kita, tidak perlu merasa tersinggung, apalagi merasa sedih. Jika kita dinilai baik syukur alhamdulilah. Dinilai tidak baikpun tidak mengapa
Semua yang hadir dalam hidup kita, memiliki peranannya masing-masing. Ada yang memberikan kebahagiaan, ada juga yang memberikan kepedihan. Memaksa diri agar disukai semua orang, Itu sangatlah melelahkan, maka, jadilah diri sendiri walaupun banyak yang merendahkan, jauhi orang yang membuat kita kecewa.
Berhenti berusaha menyenangkan orang, yang tidak pernah menghargai kita. Semakin kita menjauhi mereka, yang meracuni jiwa, akan terasa jauh lebih sehat hidup kita. Karena bahagia itu kita sendiri yang menciptakan, selebihnya Allah SWT yang mengatur"
Dari ulasan di atas saya dapat simpulkan, dalam berteman kita harus betul-betul bisa memilih mana teman yang baik dan mana teman yang tidak baik. Mana teman yang harus didekati dan mana teman yang harus dijauhi.
Karena terkadang teman yang kita anggap dekat, malah sering menikam kita dari belakang. Teman yang seperti ini yang harus kita jauhi. Padahal selama ini kita sudah berbuat dan bersikap baik kepadanya. Tapi terkadang balasan yang kita terima malah sebaliknya sangat menyakitkan.
Terutama memilih teman dalam dunia Maya, yang terkadang banyak tipu muslihat. Tapi tidak semua sahabat dumay seperti itu. Ada yang tulus dalam berteman, ada yang sangat baiiiik sekali. Sehingga sudah kita anggap seperti saudara sendiri.
Padahal belum pernah bersua sebelumnya, tapi jangan salah ada juga sahabat dumay yang bermuka seribu di depan kita manisnya seperti buah durian, tapi di belakang kita menusuk dan sangat menyakitkan.
Maka dari itu carilah sahabat seperti cermin kita gembira diapun ikut gembira, kita sedih diapun ikut sedih, dan jangan mencari sahabat seperti uang logam depan beda belakang beda. Tipe sahabat yang kedua ini yang perlu kita jauhi.
Semoga ulasan saya ini bermanfaat bagi pengunjung blog saya.
#Self reminder#
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
