Perjalanan Kehidupan Karierku
Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 20
Tagur hari ke 101
Setelah menjalani tugas baru sebagai bendahara pengeluaran, waktu kerja saya semakin padat, dan seperti tidak ada ujungnya pekerjaannya. Setiap hari saya mengerjakan rutinitas pekerjaan saya seperti mengerjakan pembukuan, membereskan kwitansi kwitansi pembayaran, nota pembelian. Semuanya harus diarsipkan sesuai dengan urutan tanggal setiap bulannya.
Ada satu nota pembelian yang keselip saja, pasti bikin bingung dan pusing di kepala. Semenjak jadi bendahara hal-hal sekecil apapun selalu dipikirkan bahkan sampai terbawa ke rumah. Zaman saya sewaktu menjadi bendahara pengeluaran belum secanggih sekarang tekhnologinya. Dulu pembukuan masih manual masih tulis tangan, sekarang sudah lebih praktis dan cepat memakai aplikasi.
Dulu pengajuan SPM untuk mengajukan anggaran ke kantor KPPN kita harus datang langsung ke kantor KPPN dan menunggu lama karena harus antri dengan bendahara pengeluaran yang lain yang sama sama mengajukan SPM. Terkadang kita datang ke kantor KPPN dari pagi, baru beres dan disetujui oleh petugas penerima SPM sampai lepas duhur terkadang sampai sore baru pulang.
Dulu pembayaran gaji guru dan karyawan yang ASN dibayarkan secara tunai, jadi setiap tanggal satu saya harus datang ke Bank untuk mencairkan gaji guru dan karyawan. Setelah selesai urusan di Bank saya langsung menuju ke sekolah dengan membawa uang puluhan juta rupiah. Ada perasaan was-was dan takut selama perjalanan dari Bank ke sekolah.
Khawatir ada orang jahat atau perampok yang mengikuti saya, tapi syukur alhamdulilah setiap tanggal satu saya selalu didampingi oleh bapak satpam MTs N 1 Cilegon yang sudah lihai dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Jadi saya merasa tenang kalau mau mencairkan uang ke Bank untuk operasional sekolah selalu diantar oleh dia.
Setelah sampai sekolah uang gaji guru dan karyawan tersebut dihitung sesuai dengan daftar gaji masing-masing, pada saat menghitung uang gaji terkadang ada perasaan khawatir takut ada selisih, kalau sudah seperti itu taruhan uang gaji saya untuk menggantikannya. Benar benar pekerjaan yang penuh dengan resiko yang tinggi.
Saya alami hal seperti ini selama tiga tahun, mengambil uang gaji guru dan karyawan secara tunai di Bank. Selebihnya syukur alhamdulilah ada aturan baru dari kementerian keuangan kalau gaji guru dan karyawan ASN harus masuk rekening masing-masing karyawan. Syukur alhamdulilah beban kerja saya jadi berkurang.
Setelah saya jadi bendahara tidak jarang dalam satu bulan itu ada saja undangan kegiatan baik itu dari kantor kanwil Kemenag provinsi Banten, atau undangan kegiatan dari KPPN. Dari kanwil sering sekali mengadakan kegiatannya di hotel. Jadi saya hampir setiap bulan sering cek in dan cek out hotel yang pastinya sering meninggalkan keluarga.
Jenis undangan kegiatannya tidak jauh dari seputar anggaran dan seputar pekerjaan bendahara. Semakin sering mengikuti kegiatan perbendaharaan semakin bertambah ilmu saya tentang keuangan negara beserta laporan keuangan yang benar itu seperti apa. Terkadang undangan kegiatannya masih di seputar kota sendiri terkadang harus ke luar kota untuk beberapa hari.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
