Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 14
Tagur hari ke 92
Hari kedua saya berada di Balai Diklat, rasa rindu terhadap anak anak dan suami tercinta mulai tumbuh, setiap ada kesempatan saya pasti sempatkan menelpon suami sekedar menanyakan kabar anak-anak, terutama sikecil.
Kasian dia harus tidur tanpa mamah disampingnya, karena usianya sudah hampir dua tahun jadi asi saya tidak terlalu banyak sehingga tidak bengkak dan tidak sampai panas dingin badan saya.
Sebelum sarapan pagi kami bertiga bergabung bersama teman prajab lainnya untuk berolahraga di depan halaman BDK.
Setelah mengikuti senam pagi, kami menuju ruang makan untuk menikmati sarapan pagi sebelum menjalani kegiatan hari ini yang sudah mulai padat merayap.
Melihat jadwal yang diberikan oleh panitia, setiap harinya sangat padat sampai 10 malam. Sudah bisa membayangkan badan ini pasti bakalan lelah.
Setelah selesai sarapan kami kembali ke dalam kamar untuk bersiap siap menuju kelas yang sudah di tentukan ruangannya. Sesampainya di kelas panitia yang bernama Ahmad Sulistyo, sudah menunggu kehadiran kami di depan kelas untuk mengisi tanda tangan absen kehadiran.
Materi pertama hari yaitu pengenalan antara teman satu kelas dan Widia Iswara memberikan sedikit permainan yang tentunya membuat kami peserta prajab merasa gembira dan terhibur.
Selama menikmati permainan kami sering tergelak tertawa. Melupakan sejenak kerinduan terhadap keluarga tercinta di rumah.
Setelah selesai permainan, kami diperintahkan untuk membuat komitmen selama mengikuti materi di kela. Kami harus melakukan apa dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh kami peserta prajab selama berada di dalam kelas, seperti sejenis kedisiplinan selama belajar.
Tidak terasa hari sudah sore, kami isoma dahulu hingga lepas magrib kami harus berada di kelas kembali untuk menerima materi dengan Widia Iswara yang berbeda pula.
Selesai menerima materi sampai jam 10 malam, kami tidak bisa langsung istirahat. Karena ada tugas yang harus dikerjakan malam ini juga.
Kebayang lelahnya tubuh ini, setelah seharian menerima materi di kelas, di kamar kami tidak bisa langsung istirahat. Itulah suka dukanya kami selama menjalankan kegiatan prajabatan. Esok paginya setelah selesai sarapan kami di suruh kumpul di lapangan karena ada materi dari TNI. Untuk materi LKBB kami mengenakan pakaian olahraga.
Selama menerima materi di lapangan, sudah terbayang bagaimana didikan seorang TNI, pastinya lebih disiplin lagi. Kami peserta yang sudah tidak muda lagi ini harus menerima materi LKBB. Sudah terbayang pasti ada saja yang melakukan kesalahan-kesalahan.
Kesalahan teman tersebut terkadang membuat kita tertawa geli. Tapi kami berusaha menahan supaya tidak tertawa, kalau ketahuan tertawa pasti langsung kena semprot dari bapak TNI.
Haduh pa jangan galak-galak dong dengan kami, kami nih sudah bukan usia muda lagi begitu celetuk salah satu teman kami yang membuat kami tertawa terbahak bahak.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
