Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 15

Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 15

Tagur hari ke 94

Selama dua hari kami peserta Diklat betul betul digembleng oleh bapak TNI, diuji kesabaran dan diajarkan kedisiplinan yang sangat tinggi. Lewat didikan mereka yang tidak mengenal rasa lelah mengajari LKBB. Karena tidak mudah mengantarkan kami yang sudah tua untuk latihan LKBB lagi hehehe.

Setelah dua hari digembleng lewat materi LKBB, esok paginya kami menjadi petugas upacara secara bergantian setiap harinya. Lewat upacara inilah materi LKBB kita terapkan ilmunya.

Setelah dua hari menerima materi LKBB, hari ini kembali belajar di dalam kelas. Hari demi hari di lalui dengan penuh kedisiplinan.

Tidak terasa sudah hampir 10 hari kami berada di Balai Diklat Keagamaan Jakarta, menjalani rangkaian kegiatan prajabatan sesuai dengan jadwal. Rasa rindu ingin bertemu keluarga tercinta semakin tinggi, hampir setiap hari saya selalu menyempatkan diri menelpon suami tercinta menanyakan kabarnya dan kabar anak anak di rumah.

Semakin hari kami teman satu kelas semakin dekat dan akrab, pada tanggal 15 November 2008 hari ke 12 kami berada di BDK, lepas magrib awalnya tidak ada kegiatan jadi kita bisa bebas istirahat di dalam kamar. Ternyata bapak panitia bapak Ahmad Sulistyo menelpon kami lewat telpon kamar. Memberitahukan kalau kita harus kumpul di kelas malam ini.

Ada perasaan, sedikit dongkol dengan pa Ahmad, karena menggangu istirahat kami, tapi apa mau dikata itu sudah perintah mau tidak mau suka tidak suka harus datang ke kelas. Setelah masuk ke dalam kelas semua teman sudah berkumpul dan ketika saya masuk tiba-tiba ada yang marah-marah dengan saya.

Saya bingung, tiba tiba saya diruduh berselingkuh dengan salah satu teman prajab, dan anehnya teman satu kelas yang lainnya juga ikut menghakimi saya. Saya semakin tambah bingung apalagi tuduhan teman-teman itu tidak terbukti dan sangat tidak beralasan. Pa Soleh yang dituduhkan saya selingkuh dengannya ikut dihadirkan di dalam kelas.

Kami berdua benar-benar merasa seperti sedang di sidang oleh teman satu kelas, saya dan pa Soleh benar-benar bingung. Ini sebenarnya apa maksudnya, kenapa bisa ada tuduhan hina seperti ini terhadap saya dan pa Soleh.

Saya jadi merasa tidak enak dengan Paa Soleh, ada apa sebenarnya ini. Saya berusaha mencari cari keberadaan pa Ahmad Sulistyo sebagai panitia di kelas ini. Tapi wajahnya tidak terlihat di kelas ini.

Ingin menanyakan apakah dia juga mengetahui permasalahan ini. Saya dan Pa Soleh merasa tersudut atas perlakuan teman teman di dalam kelas.

Pa Sofyan sebagai ketua kelas yang paling dominan menghakimi saya, dia mendesak saya dan pa Soleh untuk segera mengakui tuduhan mereka.

Jelas saja saya marah dan tidak mau mengakui sebuah perbuatan yang tidak saya lakukan. Pikiran saya jadi kacau malam ini, anehnya teman satu kamar dengan saya juga Bu Dedeh dan Bu Qonita tidak berusaha membela saya.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post