Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 17
Tagur hari ke 98
Esok paginya suasana di BDK terlihat cerah secerah hati saya karena tiga hari lagi kegiatan prajabatan akan segera usai. Perasaan rindu yang menggunung terhadap keluarga tercinta sudah memuncak. Rindu akan celotehan sikecil, rindu akan cerewetnya di sulung, dan rindu pada suami tercinta tentunya.
Hari ini kegiatan tidak terlalu padat hanya ada arahan dari Bapak Kanwil Kemenag Banten sekitar jam 10.00 setelah itu acara bebas, pagi ini setelah selesai sarapan saya sedikit berjalan jalan dilingkungan sekitar BDK. Ya gedung BDK ini terletak di belakang perkampungan warga. Nama daerahnya Rawa Kuning, Cakung Jakarta Timur.
Bersama teman-teman yang lain saya menikmati suasana pagi di daerah Cakung, ada beberapa jajanan tradisional yang bisa kami nikmati pagi ini.
Setelah puas menikmati jajanan makanan tradisional, kami kembali ke gedung BDK untuk bersiap siap menghadiri arahan dari Bapak Kanwil Kemenag Banten.. di aula BDK.
Ketika saya sedang dikamar sambil menunggu Bu Dedeh dan Bu Qonita selesai, telpon kamar berdering, lalu saya angkat ternyata yang menelpon pa Ahmad Sulistyo memanggil saya untuk segera turun ke lantai satu.
Dia mengatakan ada salah satu teman prajab yang kesurupan. Dan dia meminta tolong kepada saya untuk membantu yang sedang kesurupan.
Sambil merasa sedikit heran dan bingung, kenapa saya yang dimintai tolong untuk membantu orang yang sedang kesurupan tersebut. Saya turuni tangga satu demi satu, karena kamar saya berada di lantai tiga. Setelah sampai di kamar yang disebutkan oleh pa Ahmad saya langsung masuk ke dalam kamar.
Ternyata kondisinya sangat mengerikan, dia menjerit jerit sambil matanya melotot liar dan terlihat merah. Pa Ahmad yang baru menyadari kehadiran saya di kamar, dia langsung menarik tangan saya keluar dan menuju taman depan kamar yang kesurupan tersebut. Pa Ahmad meminta saya untuk segera menolong orang tersebut.
Tentu saja saya bingung, Kenapa harus saya, kenapa bpa begitu yakin saya bisa mengatasi orang yang sedang kesurupan.
Ternyata pa Ahmad mengira karena saya orang Banten asli pastinya bisa mengatasi orang yang sedang kesurupan. Hadeuh bapak boro-boro saya bisa menyembuhkan orang yang sedang kesurupan.
Melihat orang yang sedang kesurupan saja takut, mendengar jawaban saya pa Ahmad malah tertawa terbahak-bahak.
Setelah didatangkan pa ustad akhirnya orang yang kesurupan tersebut mulai sedikit tenang. Ketika saya masuk kembali ke dalam kamar yang sedang kesurupan itu, saya melihat ada tulisan di lemari pakaian yang bertuliskan.
"Hati-hati bagi yang menempati kamar ini, kalau lagi tidur sering pindah sendiri ke lantai" itu yang tertulis di pintu pakaian tersebut.
Membacanya sungguh membuat bulu kuduk saya berdiri, kemudian saya sedikit berbisik sambil menunjukkan tulisan tersebut kepada pa Ahmad. Tapi dia malah tersenyum manis melihat sikap saya yang seperti ketakutan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
