Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 18
Tagur hari ke 99
Setelah sadar yang mengalami kesurupan tersebut, pa Ahmad mengajak saya duduk di meja makan sambil menunggu acara di aula mulai. Dia bercerita banyak tentang kondisi gedung BDK ini.
Dia mengatakan saya tidak usah takut apabila melihat hal hal yang ganjil di gedung ini. Banyak peristiwa aneh di gedung ini, karena memang gedung BDK ini hanya ditempati apabila ada kegiatan Diklat dan prajabatan saja.
Selebihnya gedung ini kosong, apabila tidak ada kegiatan Diklat. Jadi sudah terbayang gedung ini lebih banyak kosongnya daripada terisinya. Dia bercerita banyak tentang kondisi keluarganya yang tinggal di Tangerang.
Tidak terasa waktu cepat berlalu, pa Ahmad mendapat telpon dari temannya kalau pa kanwil Kemenag provinsi Banten sebentar lagi sampai.
Seluruh peserta dihimbau untuk segera berkumpul di aula sekarang juga, saya langsung pergi menuju aula bareng dengan pa Ahmad. Setelah pa kanwil datang acara langsung dimulai.
Bapak Kanwil banyak memberikan wejangan kepada kami para peserta prajab untuk selalu disiplin dalam menjalankan tugas kami sebagai ASN.
Acara berlangsung dengan hikmat, banyak ilmu yang bisa kita ambil dari arahan bapak kanwil tersebut. Besok kegiatannya akan ada ujian untuk seluruh peserta prajab. Soal-soal ujian alhamdulillah bisa saya kerjakan semua. Rangkaian kegiatan prajabatan akhirnya selesai juga. Besok pagi saatnya acara yang ditunggu tunggu oleh semua peserta prajabatan.
Malam ini kelas kita mengadakan malam perpisahan, malam terakhir kita berkumpul di kelas ini, kelas yang penuh dengan kenangan manis yang tidak mungkin bisa terlupakan. Rasa sedih berpisah dengan sahabat yang baru 18 hari kita kenal tapi rasanya berat sekali untuk berpisah.
Paginya setelah selesai penutupan, semua peserta kembali pulang ke daerahnya masing-masing, semoga kenangan manis yang kita ukir selama prajabatan ini, akan menjadi cerita yang akan dikenang selamanya. Sesampainya di rumah rasa rindu langsung terobati. Tapi sekecil sudah tidak mau menikmati asi saya.
Esok paginya saya langsung kembali ke tempat tugas MTs N 1 Cilegon, teman-teman TU menyambut gembira kedatangan saya. Sekarang saya kembali beraktivitas seperti biasa mengerjakan rutinitas pekerjaan yang biasa saya kerjakan sebelumnya. Setelah beberapa bulan saya prajabatan SK PNS saya bulan februari 2009 akhirnya turun juga.
Hari ini ibu kepala madrasah ibu Enah Jumaenah memanggil saya ke ruangannya, setelah saya masuk ternyata di ruangan sudah ada pa kaur TU pa Habib dan ibu Ida Faridawati sebagai bendahara pengeluaran. Saya sedikit heran ada apa ini tidak biasanya saya di panggil serius seperti ini. Apakah saya telah melakukan kesalahan.
Setelah saya duduk Ibu Enah menjelaskan kalau ibu Ida Faridawati ini sudah tidak boleh lagi menjabat sebagai bendahara, karena dia seorang guru, dan aturan menteri keuangan tidak memperbolehkan seorang guru PNS merangkap menjabat sebagai bendahara umum.
Terus Bu Enah mengatakan yang bisa menggantikan ibu Ida yaitu harus staff TU yang PNS. Jadi kesimpulannya yang bakal menggantikan ibu Ida sebagai bendahara pengeluaran adalah saya.
Deg, hati ini mulai tidak menentu, rasanya saya tidak siap kalau menjadi bendahara, sudah terbayang pasti jam kerjanya lebih padat lagi, tapi saya sepertinya tidak bisa menolak perintah atasan itu sudah menjadi konsekuensi saya sebagai ASN.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
