Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 28
Tagur hari ke 115
Setelah berkas mutasi saya mengendap selama satu bulan di Kanwil Kemenag Provinsi Banten, saya ditelepon oleh Ibu Diana salah satu pegawai Kemenag kota Cilegon yang ada di kepegawaian. Dia meminta saya untuk menemuinya di kantor.
Setelah pulang dari sekolah saya langsung memenuhi panggilan ibu Diana. Ternyata beliau menanyakan tentang kelanjutan pemberkasan mutasi saya.
Kemudian saya jelaskan semua permasalahan yang saya hadapi saat ini. Setelah mendengar penjelasan dari saya, Ibu Diana berjanji akan membantu saya menyelesaikan masalah mutasi saya.
Tapi saya di suruh menghadap Bapak kepala Kemenag dulu oleh Bu Diana. Kemudian saya sampaikan saran Ibu Diana kepada ibu Enah.
Diluar dugaan saya, Ibu Enah mau menemani saya untuk menghadap Bapak kepala kantor Kemenag kota Cilegon. Setelah menghadap Bapak kepala kantor Kemenag kota Cilegon.
Ternyata beliau baik sekali orangnya dan berjanji akan membantu mutasi saya ke guru. Tapi saya disuruh ke kanwil dengan Bu Diana menghadap ke bagian Ortala.
Sesampainya di Kantor Kanwil Kemenag Provinsi Banten saya dan Bu Diana menghadap Bapak Lukman, awalnya saya sampaikan permasalahan saya kepada beliau, di tengah tengah obrolan kita, Pak Lukman menerima telepon dari seseorang. Selama beliau menerima telepon hanya dua kata yang diucapkan.
"Muhun Bapak, muhuuun siap bapak siap bapak muhuun nanti dibuat per satu Oktober SKnya," itu yang diucapkan Pak Lukman di depan saya pada saat menerima telepon.
Saya dan Bu Diana waktu itu saling berpandangan heran, tidak lama setelah menutup telponnya, Pak Lukman berkata.
"Insyaallah SK mutasi ibu Nani akan dibuat per 1 Oktober 2013", ucap pak Lukman.
Mendengar penjelasan beliau saya seperti bunga yang sudah lama tidak disirami air, langsung segar dan sumringah, betapa bahagianya mendengar penjelasan dari Pak Lukman saat itu. Dengan mengucapkan beribu-ribu terima kasih saya dan Bu Diana pamit pulang. Seleng beberapa minggu setelah menghadap Pak Lukman.
Saya ditelepon oleh Ibu Diana beliau mengabarkan kalau SK mutasi saya sudah jadi dan sudah ada di kantor Kemenag kota Cilegon. Saya langsung sujud syukur atas anugerah terindah ini. Terima kasih ya Allah engkau telah mengabulkan permintaan saya bisa mutasi ke guru.
Setelah saya menerima SK mutasi dari Bu Diana, saya langsung serahkan kepada ibu Enah, beliau ikut bahagia dan mengucapkan selamat datang menjadi guru di MTs N 1 Cilegon. Tapi beliau mengatakan sesuatu yang membuat saya sedikit tertegun.
"Ibu Nani sudah resmi menjadi guru di MTs N 1 Cilegon, dan nanti langsung dibuatkan SK mengajarnya. Tapi Ibu Nani masih tetap jadi bendahara pengeluaran selama ibu Nani belum mendapatkan pengganti ibu Nani yang baru sebagai bendahara pengeluaran", itu yg diucapkan ibu Enah waktu itu.
Waduh ini sih jadi dobel deh beban kerja saya, ya ngajar dan bendahara pengeluaran, sanggupkah saya menjalaninya?"
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
