Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 27
Tagur hari ke 110
Setelah beberapa minggu saya menyimpan berkas mutasi saya, ibu Enah bertanya kepada saya tentang perkembangan mutasi saya sudah sampai mana. Saya tidak langsung menjawab pertanyaan ibu Enah, karena bingung mau jawab apa. Sepertinya ibu Enah melihat kegalauan saya yang mungkin terlihat dari wajah saya waktu itu.
"Kenapa Bu Nani, ada masalah dengan berkas mutasinya?" Tanya Bu Enah
"Iya Bu, jawab saya sambil menunduk
"Hayo ceritakan pada ibu, apa permasalahannya, mungkin ibu bisa bantu", ucap ibu Enah
Kemudian saya ceritakan permasalahan yang saya hadapi, saya terkendala karena ada salah satu guru ASN dari Padang guru IPS akan mutasi ke Cilegon dan rencananya akan ditempatkan di MTs N 1 Cilegon. Dan pihak kemenag tidak bisa meloloskan mutasi saya kalau belum ada pengganti tenaga struktural di MTs N 1 Cilegon.
Mendengar penjelasan dari saya, Bu Enah sedikit geram, dan berjanji akan mencoba mendekati atau mendatangi bapak kasubag, dan menanyakan masalah mutasi saya. Mendengar penjelasan dari ibu Enah saya sedikit lega. Beberapa hari dari pertemuan saya dengan Bu Enah setelah beliau bertemu dengan bapak kasubag.
Bu Enah menyampaikan kalau dia mengatakan
"Saya lebih baik menerima ibu Nani sebagai guru IPS yang sudah tau persis kinerja dan sepak terjangnya, daripada saya menerima guru ASN baru yang saya belum tahu kinerja dia seperti apa. Jadi tolong jangan persulit urusan mutasi ibu Nani", itu yang ibu Enah ucapkan kepada bapak kasubag.
Setelah mendengar ucapan Bu Enah pa kasubag berjanji akan segera mengurus berkas mutasi saya ke kanwil. Saya merasa bahagia mendengar penjelasan dari ibu Enah.
"Ibu baik sekali sama saya, terima kasih ya Bu, sudah berkenan membantu saya", ucap saya sambil menyalami tangan ibu Enah dan mencium punggung tangan Bu Enah sebagai ucapan syukur dan terima kasih saya kepada beliau.
Selang beberapa minggu, saya mendapatkan telpon dari kanwil, dan mengabarkan kalau berkas saya ditahan untuk sementara waktu selama pengganti staf TU yang ASN yang akan menggantikan saya belum ada. Kembali lagi saya bersedih, dalam kondisi seperti ini saya pasti teringat almarhumah ibu.
Biasanya kepada beliau lah saya mengadu dan minta didoakan supaya urusan saya dilancarkan dan dimudahkan. Tapi kini ibu telah tiada, tidak ada lagi yang mendoakan saya dengan tulus, dan menenangkan hati saya pada saat saya sedang mempunyai masalah.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
