Doa Tulus dari Ibu Guru untuk Adha Latif
Tagur hari ke 146
Hari ini merupakan hari di mana salah satu murid saya yang bernama Adha Latif berangkat ke pondok Lirboyo Jawa Timur. Ketika sedang dalam perjalanan menuju Lirboyo, Latif menelpon saya lewat video call.
Karena posisi saya sedang di rumah, sedang ada di dapur dan kondisi sedang tidak memakai hijab hehehe. Buru-buru saya ambil hijab di dalam lemari, setelah saya kenakan hijab barulah saya angkat terima vc dari Latif.
Dia ingin berpamitan dengan ibu gurunya, sambil sedikit terisak Latif mengucapkan.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh Bu Nani latip berangakt ya buuu doain Latif ya buu"ðŸ˜ðŸ˜
Sontak saja wajah saya juga jadi ikut melow melihat Latif bicara sambil menangis sesekali dia menghapus air matanya. Tapi saya berusaha untuk tidak terbawa situasi. Saya harus bisa menyemangati Latif supaya dia selama di pondok bisa kuat dan betah.
Saya sampaikan beberapa nasihat untuk dia selama belajar di pondok, saya katakan.
"Duh ya Allah ibu jadi sedih ini, iya Latif sayang selamat jalan semoga lancar perjalanan nya, Latif yang kuat yaa, Latif harus Istiqomah niatkan untuk belajar di sana.
Insyaallah seiring berjalannya waktu Latif akan banyak teman baru dan jadi betah di pondoknya. Harus pintar pintar membawa diri selama di pondok ya nak, jaga sikap dan perilaku hormati semua guru-guru di sana"
Saya juga berusaha memberikan kekuatan pada mamahnya Latif, karena pada saat VC mamah Latif terlihat ikut menangis juga wajahnya yang putih terlihat mereka.
Sepertinya mamah Latif belum begitu ikhlas melepas kepergian putranya untuk belajar di pondok. Karena ini pengalaman pertamanya melepaskan putranya belajar di pondok.
Apalagi pondok pesantrennya jauh sekali, tapi kesedihan mamah Latif itu sangatlah wajar dan manusiawi, hampir semua orang tua terutama ibu, apabila ingin melepaskan putra putrinya yang akan belajar di pondok
Melepas kepergiannya pastilah penuh dengan drama, saya katakan pada mamahnya Latif.
"Ibu yang sabar, ibu harus kuat, dan harus ikhlas melepaskan Latif untuk belajar ke pondok, supaya Latif di pondoknya jadi tenang dan betah, saya sangat memahami perasaan ibu saat ini. Mungkin awalnya berat tapi lama kelamaan insyaallah jadi terbiasa", saya katakan juga kepada beliau.
"Kalau saya berada di posisi mamah Latif pasti akan merasakan hal yang sama, perasaan sedih yang luar biasa, akan merasakan kehilangan karena posisinya berjauhan.
Doa tulus dari ibu guru untuk Latif, ibu doakan Latif betah di sana, Latif harus kuat, demi masa depan Latif Karena ibu tau Latif anak yang cerdas, insyaallah kelak Latif akan menjadi orang yang sukses, dan insyaallah dengan ridho Allah Latif kelak bisa menjadi seorang ustadz yang berhasil bahkan bisa menjadi kiyai.
Doa ibu guru selalu menyertaimu nak, semangat 💪 ya Latif sayang. Keputusan kedua orang tua Latif sudah sangat bijaksana menyekolahkan Latif ke pondok.
insyaallah kalau Latif menjalani semua nya dari hati dengan penuh keikhlasan Latif akan selalu diberikan kelancaran dan kemudahan selama belajar di pondok. Sekali lagi semangat ya anak ibu guru.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
