Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 30

Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 30

Tagur hari ke 140

Setelah kedatangan Pak Candra, saya langsung mengurus segala sesuatunya, membereskan pekerjaan saya yang belum selesai, baik itu urusan administrasi keuangan maupun pembukaan. Supaya pas serah terima jabatan semuanya tinggal diserahkan kepada bendahara yang baru.

Dari Kunci brangkas, sampai laporan pajak yang tinggal diarsipkan saya serahkan kepada Pak Candra. Pelan-pelan saya perhatikan cara kerja Pak Candra, rupanya dia itu salah satu pegawai yang sangat mencintai pekerjaan. Saya perhatikan kalau dia sudah berada di meja kerjanya. Paling betah duduk berlama-lama di meja kerjanya.

Sampai-sampai dia lupa untuk membaur dengan teman teman guru di lingkungan dia bekerja, pernah sekali waktu saya ajak dia ngobrol pelan-pelan, saya katakan kepada dia.

"Pak Candra kalau bekerja itu jangan terlalu serius, sesekali luangkan waktu untuk melihat lingkungan sekitar kita, sambil merefresh otak kita yang seharian menghadapi laptop"

"Supaya kita bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya, apalagi Pak Candra itu karyawan baru di sini. Jadi harus sedikit beradaptasi dulu memperkenalkan diri dulu, supaya Pak Candra lebih mengenal wajah dan nama-nama guru di sini"

Itu yang saya ucapkan waktu itu.Tapi jawaban Pak Candra sungguh di luar dugaan saya, dia menjawab

"Saya ke sini bukan untuk mencari teman, tapi saya datang ke sini mau bekerja" mendengar jawaban pak Candra saya langsung mengelus dada, sambil mengucapkan istighfar dalam hati.

Ya sudahlah yang terpenting saya sudah berusaha mengingatkan dia, selanjutnya terserah dia, toh pak Candra sudah dewasa dan pastinya sangat bisa mencerna ucapan saya.

Setelah saya sudah fokus menjalani profesi saya sebagai guru murni, tanpa ada tugas tambahan sebagai bendahara lagi. Saya begitu sangat menikmati pekerjaan ini, saya jadi bertambah semangat dalam menjalani tugas saya sebagai guru di kelas.

Saya bisa kembali menikmati suasana kelas, bisa kembali menikmati kebersamaan berkumpul dengan siswa siswi di dalam kelas, bisa kembali melihat tingkah polah siswa yang terkadang menggemaskan sekaligus menjengkelkan karena kebandelannya.

Oktober 2013 saya resmi menjadi guru kembali, dengan jam mengajar 24 jam ditambah tugas wali kelas. Pada tahun 2014, saya pernah mengajukan sebuah pertanyaan kepada salah satu pengawas saya menanyakan apakah saya masih punya kesempatan untuk PLPG.

Tapi jawaban beliau waktu itu, sepertinya ibu Nani sudah tidak bisa untuk PLPG, kemungkinan harus PPG selama satu tahun. Saya cermati jawaban beliau, akhirnya saya berprinsip kalau memang Allah berkehendak saya pasti bisa ikut PLPG, tapi kalau memang belum rizkinya saya insyaallah akan saya jalani juga kalau memang harus PPG.

Selang beberapa bulan dari pernyataan ibu pengawas tersebut, saya mendapat telpon dari salah satu staff penma kemenag kota Cilegon Bapak Rusdi. Beliau mengatakan kalau saya harus segera mengurus berkas untuk mengikuti PLPG tahun ini. Tentu saja ucapan pak Rusdi tersebut membuat saya sangat terkejut dan tidak percaya.

Kemudian saya bertanya kepada Pak Rusdi, memangnya saya masih bisa ikut PLPG pa?" Tanya saya sedikit ragu kepadanya. Kemudian pak Rusdi menjawab.

"Ibu Nani mau PLPG atau tidak nih?"

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post