Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 32

Perjalanan Kehidupan Karierku Bagian ke 32

Tagur hari ke 147

Saya sedikit termenung memikirkan SK mengajar saya yang tidak berurutan tahunnya, karena sewaktu menerima SK CPNS saya tidak ke guru lagi tapi ke struktural. Otomatis SK mengajar jadi terputus sehingga bolong lima tahun. Suami rupanya mengetahui kebimbangan saya dan menanyakan apa yang sedang saya pikirkan.

Setelah saya jelaskan apa yang membuat saya seperti orang yang sedang bingung, suami berusaha menghibur saya dan memberikan semangat dan motivasi yang luar biasa.

"Mamah ini seperti tidak percaya dengan kebesaran Allah, kalau memang masih rizkinya mamah, dan Allah berkehendak insyaallah akan ada jalan keluarnya, dan pasti ada solusinya.

"Lanjutkan saja pemberkasannya, besok sambil menyerahkan berkas di Kemenag, mamah coba tanyakan masalah ini kepada Pak Rusdi" itu yang diucapkan suami kepada saya.

Ucapannya membuat hati ini menjadi lebih tenang dari sebelumnya, esok harinya setelah selesai mengajar saya langsung ke kantor Kemenag dengan membawa berkas yang sudah saya persiapkan dari semalam.

Sesampainya di ruang Penma kemenag kota Cilegon, saya tidak melihat pak Rusdi, saya bertemu dengan ibu Iva, akhirnya kepada ibu Iva saya ceritakan masalah yang mengganjal hati saya tentang SK mengajar saya yang terputus.

Setelah ibu Iva menyimak penjelasan saya, dan mempelajari berkas-berkas saya, ibu Iva mengatakan.

"Ibu Nani tetap saja melanjutkan pemberkasan, adapun masalah SK mengajar yang terputus itu nanti yang memutuskan layak tidaknya ibu Nani ikut PLPG ada di panitia penyelenggara PLPG yang dari kampus UPI Bandung. Yang penting SK CPNS hingga SK terakhir ibu Nani disertakan semuanya" itu yang disampaikan oleh ibu Iva.

Mendengar penjelasan dari ibu Iva saya sedikit tenang, dan kembali semuanya saya pasrahkan kepada Allah SWT. Dua Minggu setelah pemberkasan saya kembali di telpon Pak Rusdi untuk mengambil undangan pelaksanaan PLPG. Hati ini mulai terasa dag dig dug, dengan begitu berarti saya harus segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan PLPG nanti.

Setelah saya ambil undangan PLPG tersebut rupanya tempat PLPG nya di wisma anugerah Bandung yang ada di jalan Soekarno Hatta. Pelaksanaan PLPG nya selama 10 hari, saya mulai sibuk mempersiapkan apa saja yang harus dibawa untuk keperluan PLPG di sana, jangan sampai ada yang ketinggalan satupun.

Itu berarti saya akan meninggalkan keluarga tercinta selama 10 hari, waktu itu anak bungsu saya masih berusia empat tahun. Doakan mamah ya nak semoga diberikan kelancaran dan kemudahan selama mamah menjalani PLPG ini.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post