Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika sang Penguasa sedang Berkuasa

Ketika sang Penguasa sedang Berkuasa

Tagur hari ke 178

Hari ini saya ingin menuliskan tentang gambaran suasana kota tercintaku. Setiap hari ketika saya akan berangkat ke sekolah saya pasti melewati jalan utama dan melihat pemandangan yang sangat tidak suka untuk saya lihat.

Yaah saya sering menarik nafas dalam dalam ketika melewati jalan dan melihat puluhan bangunan yang sedang dirobohkan secara paksa atas perintah sang penguasa karena disepanjang jalan akan dibangun pagar benteng yang menjulang tinggi.

Tujuan dibangunnya pagar tinggi disepanjang koridor jalan, supaya tanah kosong tersebut tidak ada lagi yang mendirikan bangunan di tanah kosong milik perusahaan ternama di kota Cilegon.

Sementara di sepanjang jalan tersebut sudah berdiri bangunan yang semi permanen dan permanen oleh para pedagang. Ada yang membuka bengkel sudah puluhan tahun, ada yang membuka usaha panglong, ada yang membuka usaha rumah makan.

Ada juga yang membuka usaha butik, dan masih banyak lagi para pedagang yang membuka lapak dagangannya dengan membangun kios di tanah kosong tersebut. Dan saat ini mereka dengan sangat terpaksa harus membongkar sendiri bangunan yang sudah mereka tempati selama puluhan tahun tersebut.

Sungguh sangat sedih dan tidak tega melihat para pedagang yang sedang membongkar bangunan kiosnya tersebut. Saya bisa ikut merasakan betapa sedihnya dan nelangsanya hati mereka karena kehilangan tempat usaha mereka.

Seharusnya oleh pihak perusahaan didirikan plang dengan tulisan " Dilarang mendirikan bangunan di atas tanah milik perusahaan bla bla " jadi kalau sudah ada warning dari plang tersebut mereka tidak berani untuk mendirikan bangunan permanen dan semi permanen.

Padahal perusahaan ternama yang sedang berkuasa tersebut sudah lama perusahaannya sedang mengalami kemunduran atau bangkrut. Sudah banyak karyawan yang disurpuls karena kondisi perusahaan yang sedang Morat marit.

Bagaimana mungkin bisa berkah usahanya kalau tidak perduli dengan rakyat kecil yang ada di kota Cilegon. Padahal tanah kosong tersebut tidak akan didirikan bangunan apa apa, murni hanya tidak boleh mendirikan bangunan di atas tanah kosong milik perusahaan tersebut.

Semoga para pedagang yang kiosnya dibongkar paksa, diberikan ketabahan dan kesabaran dan bisa segera menemukan tempat yang baru untuk usaha mereka.

Di bawah ini saya lampirkan video gambaran pada saat pembongkaran bangunan kios mereka.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post