Sumur Tua
Tagur hari ke 156
Toni lepas duhur seperti biasa bersiap siap untuk berangkat sekolah agama yaitu sekolah Diniyah. Hari ini tidak seperti biasanya Toni berangkat sendiri tanpa menjemput Saiful sahabatnya. Ketika Toni sedang berjalan sendirian menuju sekolah Diniyah.
Matanya tergoda oleh sebuah pohon seri yang buahnya terlihat banyak yang merah. Tanpa ragu Toni memasuki pekarangan tanah kosong yang sudah dipenuhi semak belukar. Pohon seri tersebut berada persis di samping sumur tua yang sudah lama tidak digunakan.
Sumur tua itu ditutup oleh balok kayu, dan tertutup sangat rapat. Karena buah seri yang merah-merah itu lebih banyak berada paling atas, Toni yang baru berusia 10 tahun dan badannya tidak terlalu tinggi.
Untuk meraih buah seri yang merah tersebut, Toni harus naik ke atas sumur tua tersebut. Awalnya Toni ragu ada kekhawatiran takut jatuh dan terperosok di dalam sumur tua itu.
Tapi karena rasa ingin memetik buah seri yang merah-merah tersebut, rasa khawatirnya kalah dengan keinginan memetik buah seri. Dia mulai menaiki sumur tua yang sudah tertutup rapat oleh balok kayu tersebut.
Semakin mudah Toni meraih buah seri yang merah-merah, dia semakin terlena berada di atas sumur tua tersebut. Beberapa kali dia lompat lompat di atas sumur, karena dirasa aman dia terus mengulanginya dengan terus melompat sambil meraih buah seri yang diinginkannya.
Karena kayu yang menutupi sumur tua tersebut, sudah agak lapuk, setelah beberapa kali dilompati oleh Toni, lama-lama balok kayu yang menutupi sumur tua itu, mendadak ambrol, dan tidak ayal lagi tubuh Toni terjun bebas ke dalam sumur tua tersebut.
Setelah berada di dalam sumur, Toni ketakutan setengah mati, dia terus berteriak minta tolong. Saiful yang kebetulan melewati sumur tua tersebut, mendengar ada suara minta tolong yang sumber suaranya ada di dalam sumur tersebut.
Kemudian Saiful berlari mendekati sumur tua itu, dan langsung melongokan kepalanya melihat siapa yang terjatuh ke dalam sumur tua tersebut. Setelah mengetahui siapa yang ada di dalam sumur tua itu, betapa terkejutnya Saiful.
Ternyata yang ada di dalam sumur itu, temannya sendiri Toni, kemudian Saiful segera berlari meminta pertolongan, sambil berlari lari mulutnya terus berteriak-teriak.
"Tolong-tolong ada yang kecemplung di dalam sumur tua", teriaknya sambil berlari.
Maaf besok lagi ya lanjutan ceritanya 🙏❤️
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
