Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
A L E N A  ( Episode ke 10 )

A L E N A ( Episode ke 10 )

Aku masih tertegun melihat kedatangan wanita dengan anak kecil yang digendongnya, yang menanyakan Papap. Tiba-tiba suara mamah terdengar dari dalam menanyakan siapa yang datang. Hatiku tambah tidak karuan bagaimana kalau wanita ini adalah simpanan Papap yang Papap rahasiakan.

"Bukan siapa-siapa ko Mah, cuma orang nanya alamat", ucapku berbohong supaya mamah tidak keluar rumah.

Wanita itu sedikit bingung dengan jawabanku, dan aku langsung menanyakan siapa dia sebenarnya, ternyata dugaanku benar dia wanita simpanan Papap. Yang sudah lama tidak ditengok. Hatiku mendidih dan sesak sekali mendengar cerita wanita itu.

"Maaf kalau kedatangan saya membuat neng bingung, saya cuma lagi mencari alamat pa Arya, karena sudah hampir dua bulan tidak datang menengok kami. Kami butuh uang untuk membeli susu anak Neng", jelas wanita itu tampak sedikit ketakutan melihat perubahan wajahku.

"Sebaiknya ibu pulang saja, Papap belum pulang dari kantor, ini aku kasih uang untuk membeli susu anak ibu, dan saya harap ibu jangan datang lagi ke rumah ini, karena akan membuat mamah kambuh sakitnya", perintahku sambil mengeluarkan uang lima lembar ratusan ribu.

Setelah aku beri uang wanita itu minta maaf dan langsung pamit pulang, tapi sebelumnya aku sempatkan minta alamat rumah dia dan nomor teleponnya, aku akan berusaha menyelidiki keberadaan wanita itu. Setelah kejadian itu pikiranku tambah kacau. Pingin menceritakan tentang kejadian ini kepada mas Ferry rasanya tidak mungkin.

Ketika sedang libur, aku mengajak Papap jalan berdua dengan alasan mencari perlengkapan untuk acara pernikahan nanti. Untungnya mamah tidak minta ikut karena mau ada tamu yang datang ke rumah. Pada saat aku dan Papap sedang makan siang di salah satu mall, aku langsung menanyakan tentang wanita yang kemarin datang.

"Pap, Lena mau menanyakan sesuatu sama Papap, tapi Papap janji harus jawab pertanyaan Lena dengan jujur", ucapku sambil mengambil gawai dari dalam tasku.

"Mau nanya apa sih anak Papap ini, serius amat sepertinya", jawab Papap masih terlihat santai.

"Papap kenal dengan wanita ini?" Tanyaku sambil memperlihatkan foto yang ada di gawaiku. Aku sempat mengambil foto wanita itu sewaktu datang ke rumah.

Wajah Papap langsung berubah merah seperti kepiting rebus, dia sudah mulai tidak nyaman setelah melihat foto wanita itu.

"Darimana Lena dapat foto itu, terus kenal di mana dengan wanita itu?" Tanya Papap yang sepertinya belum menyadari foto itu diambil di depan teras rumah.

"Tolong jelaskan dan ceritakan semuanya pap, Lena masih merahasiakan tentang kedatangan wanita ini waktu mencari Papap di rumah", ucapku mulai sedikit terisak.

"Lena tidak bisa membayangkan kalau mamah tahu, kenapa Papap begitu tega menyakiti mamah dan Lena dengan memiliki wanita simpanan, apa kurangnya mamah selama ini pap?" Tanyaku mulai tidak bisa mengendalikan diri.

"Lena tenang dulu ya, nanti Papap jelaskan semuanya tapi tidak sekarang, ini tempatnya tidak pas untuk membahas tentang masalah ini", jawab Papap seperti berusaha menghindar dari cecaran aku.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post