Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
A L E N A  ( Episode ke 4 )

A L E N A ( Episode ke 4 )

A L E N A  ( Episode ke 4 )

Pak Agus masih terlihat bingung mendengar pertanyaan Mamah, aku buru-buru mengalihkan pembicaraan supaya mamah tidak lagi membahas tentang Papap. 

"Mah, sebaiknya kita makan dulu yuk, ga enak kalau makanan nya sudah dingin", ucapku sambil mengedipkan mata memberi kode sama Pa Agus.

Syukur alhamdulilah Pa Agus mengerti dengan kode yang aku berikan kepadanya. Dia langsung mengerti dan buru-buru pamit pulang. Mamah menuruti ucapan aku dia langsung menyantap makanan yang sudah tersaji di meja.

"Mah, ternyata makanannya cukup enak ya, recommended banget", ucapku sambil menikmati makanan yang aku pesan. 

"Iya Len, ini mamah suka sekali dengan gurame asam manisnya, crispy banget", sahut mamah sambil menikmati semua makanan yang tersaji di meja.

Setelah selesai makan, tiba-tiba gawai mamah berdering dan tanpa menunggu lama langsung diangkat telponnya. Apalagi yang menelpon itu ternyata Papap. Hemmmm apa yang mau disampaikan Papap kepada Mamah.

Aku perhatikan Mamah begitu bahagia menerima telpon dari Papap, entah apa yang dibicarakan Papap ditelpon. Setelah selesai menerima telepon, Mamah langsung mengajak aku pulang.

"Len, kita langsung pulang ya, rupanya Papap sudah pulang sudah ada di rumah", ucap mamah.

"Oooh Papap sudah pulang mah?" Tanyaku pura-pura tidak tahu

"Yakin mau langsung pulang ga balik lagi ke toko baju tadi?" Tanyaku lagi sedikit meledek Mamah.

"Sudah nanti saja kapan-kapan kita balik lagi ke sana", jawab mamah sambil berjalan menuju ke parkiran mobil.

Sesampainya di rumah Papap dengan wajah manisnya, menyambut kepulangan mamah dengan rayuan gombalnya. Sejak melihat Papap di mall tadi dengan perempuan yang tidak kukenal, aku tidak simpati lagi. Aku berjanji pada saat nanti lagi berdua dengan Papap akan aku tanyakan tentang perempuan yang aku lihat tadi.

Untungnya aku sempat mengambil foto mereka sewaktu lagi di mall tadi. Jadi kalau Papap mungkir aku punya bukti yang bisa aku tunjukkan ke pada Papap. Aku langsung naik ke atas menuju kamarku. Baru saja aku rebahan gawaiku berdering rupanya mas Fery yang menelpon.

"Halo sayang sudah siap belum jadikan kita pergi hari ini, dandan yang cantik ya, mas akan memperkenalkan kamu dengan kedua orang tuaku", ucap mas Ferry dari sebrang.

Aku langsung gelisah mendengar  ajakan mas Ferry yang akan memperkenalkan aku kepada kedua orangtuanya. Apakah aku sudah siap bertemu dengan orang tuanya mas Ferry?"

Bersambung

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post